Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Festival Wisata Ketupat, Tak Tergerus Harga Beras dan Ketan, Warga Bebas Menikmati Hidangan Kuliner Ini

Aprilita Sari • Jumat, 19 April 2024 | 20:30 WIB

 

JAGA TRADISI: Warga Dusun Sojo di Desa Turi, Panekan menggelar festival wisata kampung ketupat NU, Kamis (18/4).
JAGA TRADISI: Warga Dusun Sojo di Desa Turi, Panekan menggelar festival wisata kampung ketupat NU, Kamis (18/4).
 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perayaan Lebaran ketupat di Dusun Joso, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Magetan, ini tergolong unik.

Kupatan (membuat ketupat, Red) yang biasa dilakukan seminggu setelah hari Raya Idul Fitri dikemas unik berbalut tradisi kearifan lokal desa setempat.

Ribuan ketupat dan lepet sengaja digantung warga dusun setempat. Berderet sejajar rapi di depan rumah mereka, Kamis (18/4) kemarin.

Ternyata, menggantung makanan yang terbungkus dari daun kelapa itu sudah menjadi bagian dari tradisi warga dalam perayaan Lebaran ketupat.

Namun, kali ini dikemas dalam bentuk festival wisata ketupat kampung Nahdlatul Ulama (NU).

Muhammad Ainun Najib, ketua panita acara, mengatakan, ada 75 kepala keluarga (KK) yang terlibat dalam festival wisata ketupat kampung NU itu.

Masing-masing dimintai untuk membuat ketupat dan lepet minimal 10 buah yang kemudian digantung di depan rumah.

"Masyarakat yang datang bisa mengambil ketupat dan lepet itu sepuasnya,’’ katanya.

Istimewanya, warga atau pengunjung festival wisata ketupat itu juga bisa merasakan kuliner pelengkapnya.

Lima stan kuliner, lanjut Najib, sengaja disiapkan pihak panitia. Menunya beragam. Ada sayur pecel, lodeh, opor dan kerupuk untuk disantap bersama ketupat dan lepet.

Menurutnya, wisata ketupat ini merupakan bagian dari upaya warga melanggengkan tradisi yang konon peninggalan Sunan Kalijaga.

"Ini sudah kali kelima penyelenggaraanya. Dan, masyarakat tidak terbebani dalam menjalankan tradisi ini. Meskipun sekarang harga beras dan ketan mahal, “ terangnya.

"Ya, karena sebagian besar bahan dasar untuk membuat ketupat ini adalah hasil dari pertanian mereka,’’ tambah Najib.

Gelaran festival wisata ketupat kampung NU itu mengundang antusiasme warga dari luar Desa Turi.

Bhety Yuke Mahastuti dari Cempoko dan Nani Narwati dari Sumberdodol misalnya. Mereka datang ke Dusun Joso karena penasaran dan tradisinya terdengar unik.

"Tidak semua desa menggelar tradisi semacam ini. Jadi, momennya langka,’’ ujar Nani. (ril/her)

Editor : Budhi Prasetya
#magetan #tradisi #ketupat #lebaran #festival wisata #harga beras #kuliner #sunan kalijaga