MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Identitas pria misterius yang diduga melakukan kekerasan anak Isa Wahyu Prastantyo alias Isa Bajaj akhirnya terungkap.
Ia tak lain adalah Dimas, warga Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Magetan. Dirinya akhirnya menemui Isa Bajaj, Selasa (23/4).
Pertemuan keduanya dilaksanakan di Warung Eropa Magetan milik Isa Bajaj. Hasilnya, pihak keluarga korban dan Dimas akhirnya sepakat berdamai.
Sebelumnya, pria berkacamata itu telah diperiksa penyidik Polres Magetan. Saat itu, statusnya masih sebagai saksi.
"Dimas telah bercerita kronologi kejadiannya, katanya tidak sengaja saat itu,’’ kata Isa Bajaj, kepada awak media.
Dimas sebelumnya dicurigai lantaran ciri-cirinya sesuai seperti yang digambarkan korban dan sejumlah saksi lainnya.
Yakni pria dewasa dan mengenakan kaca mata. Kronologinya, pelaku tak sengaja bertabrakan dengan korban.
Kaki Dimas lantas mengenai organ vital anak Isa Bajaj. Lokasinya di area Tugu Pancasila Alun-Alun Magetan.
"Karena Dimas sudah mengakui, minta maaf dan menyesal, kami pertimbangkan mencabut kasus ini di kepolisian,” ungkapnya.
"Bisa dibilang kejadian ini karena kelalaian saya sebagai orang tua, juga karena kelalaian Dimas saat itu,” sambung Isa Bajaj, sembari menyebut kondisi anaknya sudah membaik.
Sementara itu, Dimas mengatakan bahwa kejadian antara dia dan anak Isa Bajaj tidak ada unsur kesengajaan.
Ia murni bertabrakan dengan si bocah yang masih berusia empat tahun tersebut.
"Anak itu sempat terjatuh, saya tidak memeriksa luka atau tidak anak itu. Karena saya lihat ia bersama kakaknya lalu saya pulang,” bebernya.
"Saya datang sendiri bersama keluarga untuk minta maaf dan memberikan penjelasan, tidak dijemput polisi,” jelasnya.
Kanit IV/ PPA Satreskrim Polres Magetan Aipda Totok Sudiartanto menerangkan, pihaknya segera menghentikan penyelidikan laporan Isa Bajaj terkait kasus kekerasan terhadap putrinya.
"Dari keterangan Dimas, memang tidak ada unsur kesengajaan, kami juga telah fasilitasi keduanya bertemu. Kedua pihak berdamai,” pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Budhi Prasetya