MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Lamaran Nanik Endang Rusminiarti ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjadi Calon Bakal Bupati tidak sia- sia. Langkah petahana dari (Wakil bupati 2019- 2023) tersebut disetujui DPP PKB Magetan. Nampaknya pamor istri mantan bupati magetan Sumatri dinilai PKB memiliki nilai plus.
Namun demikian, Ketua DPC PKB Magetan Suratno mengatakan itu bukan rekom PKB tapi tepatnya keputusan final PKB untuk mendelegasikan calon bupati yang disetujui DPP PKB.
“Pendaftaran Nanik disetujui, DPP PKB memberi mandat jika Nanik terpilih menjadi calon Bupati. Kita sebagai DPC PKB menyetujui dan mengikuti saja,” katanya, Senin (13/5/2024).
Suratno membeberkan, rupanya sudah sejak pilkada 2019 lalu PKB berhasrat menggandeng Nanik Endang Rusminiarti untuk diusung sebagai calon parpol tersebut. Namun karena ada suatu kendala, di pilkada 2019 parpol PKB akhirnya mengganti calon yang diusung.
“Di tahun 2019 sebenarnya PKB sudah ada niatan dengan Nanik sebagai calon wakil bupati pada pilkada 2019 tapi karena ada faktor X akhirnya tidak jadi, saat ini komunikasi kembali terjalin. Niatan terdahulu mengusung Nanik yang sempat tertunda akan dilakukan di Pilkada ini,” tambahnya.
Selain itu, dikatakan juga jika Nanik sebelumnya telah mendaftar secara online, kemudian ditindaklanjuti bertaaruf dengan Ketua DPP PKB Magetan Muhaimin Iskandar di Surabaya, serta ia juga telah menjalani uji kompetensi kelayakan (UKK). “Yang mendaftar ke kami ada beberapa, namun dari DPP menyetujui Nanik,” ungkapnya.
Dengan adanya mandat DPP untuk mengusung Nanik, hal ini menjadi kepastian langkah PKB selanjutnya. Dikatakannya langka PKB berbeda dengan parpol lainnya, meski hingga saat ini PKB belum ungkap berkoalisi dengan parpol mana tapi sudah berani menjadi parpol pertama di Magetan yang menyatakan mengusung calon secara pasti.
“Adanya kepastian calon ini akan kita jadikan dasar untuk menentukan arah koalisi nantinya, bisa dengan parpol manapun untuk membangun sinergitas,” paparnya.
Disinggung apakah akan bergabung dengan PPP untuk bisa mengusung paslon, atau dengan koalisi Nasdem- Golkar atau dengan koalisi lima parpol (PDIP, Demokrat, PKS, PAN, Gerindra) pihaknya masih belum memberikan kepastian.
“Untuk berkoalisi dengan parpol mana nanti kita sampaikan, masih banyak kemungkinan,” bebernya.
Kemudian, untuk siapa wakil calon yang dinilai berpeluang diusung PKB pihaknya menyerahkan keputusan itu pada Nanik dan arahan dari DPP.
Untuk calon wakil nanti harus diusahakan yang sepemikiran dengan calon bupati yang dimandatkan DPP (Nanik). “Terkait calon wakil, DPC memberikan keleluasaan pada calon bupati akan bergandeng dengan siapa,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto