MAKKAH, Jawa Pos Radar Madiun - Setiap jemaah haji pasti mempunyai pengalaman pribadi yang berkesan, mulai berangkat ke tanah suci hingga kembali ke tanah air.
Seringkali hal ini menjadi pengalaman yang menarik untuk diceritakan saat kembali ke Indonesia. Tak terkecuali bagi jemaah haji asal kabupaten Magetan.
Kontributor berita seputar haji Magetan Alief Sutantohadi mengungkapkan salah satu cerita menarik dibalik rangkaian ibadah jemaah saat di tanah suci.
"Begitupun saya dan para jemaah, selama perjalanan ada pengalaman yang unik sekaligus menarik untuk diceritakan,” ujarnya.
Ia menceritakan, salah satu dari lima anggota di kamar penginapan di Makkah lebih banyak diam dan gundah.
Rupanya itu lantaran ia belum bisa buang air alias sembelit selama lima hari. Jemaah tersebut beberapa kali minta obat pelancar kepada tim kesehatan, namun belum ada hasil.
Tentu permasalahan kesehatan yang ia alami itu mengganggu kelancarannya dalam menjalankan ibadah saat di tanah suci.
"Kemudian terbersit ide untuk mencoba membuat ramuan dari daun pohon Soekarno, salah satu pohon yang banyak hidup di sekitaran kota Makkah,” ungkapnya.
Singkat cerita, Alief dan para jemaah lantas mencoba membuat ramuan dari daun pohon yang menyandang nama presiden pertama RI itu.
Daunnya diremas sampai lembut, lalu dicampur minyak zaitun. Selanjutnya dibalurkan ke perut.
Dengan izin Allah melengkapi ikhtiar medis yang sudah dilakukan, siang harinya jemaah sudah bisa tersenyum lega karena bisa buang air.
“Wajar jemaah sangat merasa lega. Karena sudah begitu inginnya beribadah,’’ tuturnya. (ril/naz)
Editor : Budhi Prasetya