MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Telaga Sarangan, destinasi wisata ikonik di Magetan, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi pusat perbincangan di media sosial.
Penyebabnya adalah pemasangan pagar di area pintu air oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo dan keluhan harga makanan yang tinggi, yang memicu reaksi beragam dari publik.
Pemasangan Pagar di Pintu Air
Pemasangan pagar di sekitar pintu air Telaga Sarangan bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung, mengingat area tersebut berisiko tinggi.
Langkah ini didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan, yang menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Namun, beberapa netizen mengkhawatirkan dampaknya terhadap estetika dan aksesibilitas lokasi wisata ini.
Selain pagar, ada kontroversi lain yang mengiringi Telaga Sarangan.
Kasus Harga Makanan Mahal
Kasus lain yang menjadi viral adalah keluhan seorang wisatawan, Bagus Aldivo, yang membagikan pengalamannya di media sosial tentang harga nasi goreng yang mencapai Rp 225 ribu di Warung Prima Rasa.
Pemilik warung menegaskan bahwa harga tersebut sudah sesuai standar tempat wisata dan tercantum jelas di banner menu.
Meski merasa difitnah, ia memilih untuk bersikap ikhlas dan tidak mengambil langkah hukum.
Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya
Kombinasi dari pemasangan pagar, keluhan harga makanan, dan insiden keselamatan membuat Telaga Sarangan menjadi topik hangat di kalangan publik.
Pro dan kontra muncul terkait efektivitas langkah-langkah pengamanan dan keadilan harga di lokasi wisata ini.
Pemerintah dan pihak terkait berupaya menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan wisatawan serta mempertahankan daya tarik estetika dan aksesibilitas Telaga Sarangan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani