Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Baru Dilaunching dan Diarak Keliling Kota, Si Bolih Maskot Pilkada Magetan Panen Kritik, KPU Pilih Evaluasi

Aprilita Sari • Kamis, 12 September 2024 | 01:45 WIB
DIKRITIK: Si Bolih, maskot Pilkada Magetan 2024, dikritisi karena mirip salah satu bakal paslon bupati-wabup.
DIKRITIK: Si Bolih, maskot Pilkada Magetan 2024, dikritisi karena mirip salah satu bakal paslon bupati-wabup.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Maskot Pilkada Magetan 2024, Si Bolih (Bolu Memilih), dikritik masyarakat.

Itu lantaran pakaian yang dikenakan Si Bolih mirip dengan busana salah satu bakal pasangan calon (paslon) bupati-wabup yang mendaftar sebagai peserta Pilkada Magetan.

Menanggapi kritik tersebut, Ketua KPU Magetan Noviano Suyide membuka wacana perubahan maskot agar tak identik dengan kontestan pilkada.

Namun, perubahan yang dimaksudnya itu diakuinya tak bisa ditempuh secara instan.

"Terkait Si Bolih, karena maskot tersebut mirip dengan salah satu kostum bapaslon, kami sedang berkomunikasi dengan KPU Jatim untuk mencari langkah yang tepat," ucapnya.

"Saat ini, Si Bolih sudah digunakan sebagai alat peraga di 18 kecamatan di Magetan,” ujar Novian, Selasa (10/9).

Menurut Novian, KPU masih bisa melakukan perubahan maskot asalkan disetujui oleh KPU Jatim. Tentu, persetujuan tersebut tidak bisa langsung diberikan.

"Kami mungkin akan mengalah, tetapi masih menunggu arahan dari KPU Jatim sebelum melakukan pleno bersama lima komisioner untuk menentukan perubahan Si Bolih nanti seperti apa,” paparnya.

Sementara itu, Nur Salam, Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Jatim, menyatakan bahwa Si Bolih memang ada sebelum tahapan pencalonan.

Menurutnya, Si Bolih juga identik dengan pakaian adat khas Magetan, yang merupakan milik bersama masyarakat.

Kostum dengan batik papringan tersebut juga telah diatur perda sebagai pakaian adat Magetan. Sehingga siapapun boleh menggunakannya.

"Secara regulasi, sebenarnya tidak ada masalah. Menurut saya, ini tidak berkaitan dengan salah satu bapaslon,” kata Salam.

"Persoalan apakah akan diganti atau tidak, akan kami evaluasi dan koreksi bersama KPU Magetan,” sambungnya. (ril/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#pilkada #paslon #magetan #bupati #maskot