Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Anomali Cuaca Ancam Kualitas Tembakau Petani Magetan, Terancam Panen Dini Jika Hujan Terus Mengguyur

Aprilita Sari • Kamis, 12 September 2024 | 01:00 WIB
EKONOMI: Petani tembakau di Sidorejo sedang melakukan pengeringan tanamannya pascapanen sebelum dipasarkan.
EKONOMI: Petani tembakau di Sidorejo sedang melakukan pengeringan tanamannya pascapanen sebelum dipasarkan.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Kondisi cuaca belakangan ini membuat petani tembaku di Magetan gundah.

Hujan mendadak turun ketika masa panen tembakau belum selesai.Hal itu dikhawatirkan memengaruhi kualitas tanaman hasil panen.

Anomali cuaca itu potensi berdampak pada tak maksimalnya proses pengeringan tanaman tembakau.

Selain itu, anomali cuaca tersebut juga bisa berdampak pada tembakau yang baru ditanam petani.

"Hujan bisa mempengaruhi kualitas tanaman tembakau,’’ ungkap Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Magetan Siswanto, Selasa (10/9).

Saat ini, menurutnya, tanaman tembakau grade tinggi baru masih akan menjadi tua.

Untuk itu dibutuhkan sinar matahari cukup untuk mempercepat proses pertumbuhan.

"Sebagai antisipasi, kami fokus pada perajangan daun," ujarnya.

"Prosesnya harus dilakukan dengan lebih tipis sehingga bisa cepat kering. Itu demi memaksimalkan kualitas tanaman tembakau,’’ tambah Siswanto.

Namun demikian, kata Siswanto, apabila hujan terus-menerus turun tentu panen tembakau bakal dilakukan lebih dini.

Sebab, jika dibiarkan tentu berdampak pada kerusakan daun hingga menyebabkan anjloknya harga jual tembakau di pasaran.

"Sementara, di sisi lain, target kami tahun ini harga jualnya bisa lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," ucapnya.

"Ya, saya harap situasi (anomali cuaca) ini tidak berlangsung lama,’’ pungkas Siswanto. (ril/her)

 

Editor : Budhi Prasetya
#tembakau #magetan #panen #petani