MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Musim kemarau berdampak pada volume air di Bendungan Gonggang Magetan.
Debit Air bendungan yang berada di Kecamatan Poncol, Magetan itu susut. Pasokan air ribuan hektare lahan pertanian di tiga kecamatan pun terganggu.
Padahal Bendungan Gonggang pada musim tanam pertama (MT1) dan kedua (MT2) mampu mengairi lahan pertanian seluas 1.392 hektare.
Ribuan hektare area persawahan yang mengandalkan air bendungan tersebut terletak di Kecamatan Poncol, Parang, dan Lembeyan.
Namun di musim tanam ketiga (MT3) ini, air dari bendungan tersebut hanya bisa digunakan mengairi lahan pertanian di Kecamatan Poncol.
Fakta tersebut diungkapkan oleh Anis Hidayat, Petugas Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA III BBWS Bengawan Solo di Bendungan Gonggang.
"Air di Bendungan Gonggang sekarang hanya bisa digunakan untuk mengairi lahan pertanian di Poncol yang luasnya 120 hektare,’’ ujarnya.
Anis menjelaskan bahwa hingga September, air di bendungan sisa sekitar 600.000 meter persegi, atau 40 persen dari kapasitas normal tampungan (1.500.000 meter persegi).
Pintu air akan ditutup apabila debit air mencapai angka 200.000 meter persegi.
Baca Juga: Dua Bulan Dipasang, Pagar Telaga Sarangan Rusak, 19 Batang Besi Hilang
Dari tahun ke tahun, luasan lahan pertanian yang dapat dialiri air pada MT3 (bertepatan dengan kemarau) memang selalu berkurang.
"Kami perkirakan pintu air akan ditutup pada bulan Oktober,’’ pungkasnya. (ril/naz)
Seputar Bendungan Gonggang
- Di musim tanam ketiga hanya mampu mengaliri 120 hektare lahan pertanian di di Kecamatan Poncol
- Normalnya, di musim tanam pertama dan kedua, dapat mengaliri 1.392 hektare lahan pertanian di tiga kecamatan (Parang, Poncol, dan Lembeyan)
- Pintu air diperkirakan tutup pada bulan Oktober
(Sumber: diolah dari wawancara)
Editor : Budhi Prasetya