Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Terdampak Kemarau, Volume Air Telaga Sarangan Menyusut 20 Persen, Berpotensi Pengaruhi Pariwisata

Aprilita Sari • Minggu, 15 September 2024 | 20:30 WIB
DAMPAK KEKERINGAN: Debit air Telaga Sarangan terus menyusut selama musim kemarau. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
DAMPAK KEKERINGAN: Debit air Telaga Sarangan terus menyusut selama musim kemarau. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kekeringan di Kabupaten Magetan meluas. Kondisi itu berdampak pada volume air di Telaga Sarangan yang terus menyusut. Saat ini, volume telaga tinggal 10,30 meter kubik. Sementara, normalnya 14,50 meter kubik.

’’Air di telaga yang dibuka ini telah diperhitungan. Ada batasannya. Jika nanti debti air mencapai 7,5 meter kubik dari elevasi dasar permukaan telah, maka pintu air ini akan kami tutup,’’ kata Petugas Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air III Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Eko Yulianto, Minggu (15/9).

Selama musim kemarau, debit air Telaga Sarangan rata-rata berkurang 20 persen. Eko mengatakan, sebagian besar air itu digunakan untuk mengaliri irigasi pertanian dan memenuhi kebutuhan operasional PG Rejosari.

’’Sebenarnya, saat hujan beberapa hari lalu pintu air sempat ditutup. Tapi, ternyata kemarau masih berlanjut, sehingga pintu air kembali dibuka dan akan ditutup pada akhir bulan nanti,’’ bebernya.

Terus menyusutnya debit air Telaga Sarangan berpotensi juga memengaruhi sektor pariwisata. Kendati wana wisata air seperti speedboat masih bisa beroperasi, tetapi sejumlah wisatawan mengaku estetika Sarangan lenyap gegara elevasi telangga berkurang.

’’Tadi sempat keliling telaga naik speedboat asik memang, tetapi rasanya ada yang kurang jika dibandingkan saat volume air telaga penuh,’’ ujar Dikky, salah seorang wisatawan dari Jogjakarta. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#BBWS Bengawan Solo #magetan #sarangan