Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pengamat Politik Sebut Nomor Urut Tak Berkaitan dengan Keberuntungan, Muries : Tergantung Taktik dan Strategi... 

Aprilita Sari • Rabu, 25 September 2024 | 00:00 WIB

Muries Subiyantoro, Pengamat Politik Lembaga Penelitian Politik dan Pemerintah Daerah (LoGoPoRi) Magetan 
Muries Subiyantoro, Pengamat Politik Lembaga Penelitian Politik dan Pemerintah Daerah (LoGoPoRi) Magetan 
 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun Calon pemilih Pilkada Magetan 2024 bakal kerap melihat salam satu atau dua jari bahkan finger heart atau metal.

Pasalnya, pilkada atau pemilihan bupati (pilbup) Magetan tahun ini diikuti oleh tigas pasangan calon (paslon).

Merujuk pengalaman gelaran pemilihan presiden (pilpres) lalu, tiap paslon tentu bakal menggunakan salam jari sesuai nomor urutnya masing-masing.

Maklum saja, hal tersebut termasuk salah satu cara untuk menngenalkan identitas paslon selama masa sosialisasi atau kampanye.

Menariknya, masing-masing kandidat memiliki pandangan tersendiri dengan nomor urut yang mereka peroleh.

Setidaknya itu yang diungkapkan oleh Pengamat Politik Lembaga Penelitian Politik dan Pemerintah Daerah (LoGoPoRi) Magetan Muries Subiyantoro.

’’Nomor urut berapa pun itu tergantung bagaimana cara pasangan calon membangun proses strategi dan taktik kemenangan. Termasuk dalam menyakinkan pemilih untuk memilih mereka,’’ ucapnya, Senin (23/9).

Sehingga, menurutnya, tidak ada kaitannya dengan keberuntungan. Sebaliknya, paslon itu bisa menang bergantung pada Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT).

Pun, bagaimana mereka memperkenalkan dirinya kepada pemilih untuk memberikan hak suaranya.

’’Jadi, secara teori tidak ada kaitannya dengan keberutungan,’’ ujarnya.

Yang jelas, kata Muris, nomor urut bisa dijadikan paslon sebagai strategi pemenangan. Utamanya pada pemilih kategori lanjut usia (lansia).

"Sejauh mana pintar-pintarnya tim sukses (times) nanti dalam mengelola nomor urut paslon untuk menyakinkan pemilih,’’ ungkapnya.

Yang pasti, nomor urut tidak bisa dijadikan barometer atau kunci kemenangan.

"Hanya saja, untuk mempermudah pemilih mungkin iya, namun mempermudah itu tergantung dari bagaimana cara timses paslon mengelola, dan mengemas perolehan nomor urut tersebut menjadi mudah dipahami oleh pemilih,’’ papar Muries. (ril/her)

 

Editor : Budhi Prasetya
#nomor urut #pilkada #magetan #keberuntungan #kampanye