MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Udara di puncak Lawu sedang dingin-dinginnya.
Kondisi itu bahkan sampai membuat lima pendaki tektok dari Karanganyar, Jateng mengalami hipotermia sehingga mesti dievakuasi.
Kronologi dimulai ketika lima pendaki muncak via Cemoro Sewu di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan pada Minggu (3/11) pagi.
Semula keadaan berjalan normal seperti biasa hingga puncak. Namun, hujan mengguyur saat mereka sedang turun gunung.
Kejadian itu membuat kondisi sejumlah pendaki drop.
Mereka mengeluh kedinginan alias terserang hipotermia ketika berada di Pos 3.
Apa yang dialami oleh rombongan pendaki tektok tersebut lantas dilaporkan kepada tim relawan dari Paguyuban Giri Lawu.
Ketua Relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) Miko Wicaksono menduga para pendaki yang mengalami hipotermia itu karena kurang asupan makanan saat kondisi cuaca ekstrem.
’’Kelima pendaki ini merupakan bagian dari kelompok open trip tektok. Ada 53 orang yang mengikuti pendakian open trip. Sebagian besar merupakan pendaki pemula,’’ terangnya.
Pihaknya yang mendapati informasi itu langsung meluncur ke pos 3 pendakian untuk melakukan evakuasi.
Di tengah kondisi cuaca yang berkabut dan gerimis, evakuasi kelima pendaki tektok itu baru bisa dilakukan hingga Senin (5/11) sekitar pukul 03.00.
Panitia Diperiksa dan Dikenai Sanksi
Pascakejadian tersebut, Miko langsung melakukan pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara open trip pendakian.
Tidak hanya itu, sanksi blacklist sementara juga mereka berikan kepada panitia tersebut.
’’Ini diberlakukan untuk memastikan keamanan dalam kegiatan pendakian di masa mendatang,’’ terangnya.
Nasib Pendakian Gunung Lawu
Kendati cuaca saat ini sedang tak menentu, pihaknya tak sampai menutup jalur pendakian ke puncak Lawu.
Sebagai antisipasi kejadian serupa, personel disiagakan di masing-masing pos pendakian.
’’Masih tetap dibuka untuk umum dan petugas bersiaga di sepanjang jalur pendakian,’’ ungkap Miko.
Terpisah, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sarangan Supriyanto menyebutkan total ada 53 orang pendaki yang mengikuti open trip tersebut.
Adapun anggota rombongan berasal dari berbagai daerah. Seperti Jepara, Karanganyar, Magetan, Semarang.
’’Untuk identitas lima pendaki yang mengalami hipotermia itu ada Nisa dari Semarang; Aulia (Magetan); Anisa (Karanganyar); Lia (Semarang); dan Dwi asal Jepara,’’ bebernya. (ril/her)
Editor : Mizan Ahsani