MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Desa Kuwon, Kecamatan Karas, tak lagi mendapat kiriman air bersih dari Pemkab Magetan.
Itu setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan menghentikan pengiriman air sejak dua hari terakhir.
diketahui, kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih di wilayah tersebut sudah terjadi sejak bulan September 2024 lalu.
"Berdasarkan data terakhir, total air bersih yang telah disalurkan hingga Selasa (5/11) sudah lebih dari 524 ribu liter,’’ ujar Eka Wahyudi, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Kamis (7/11).
Eka menjelaskan, pada pendistribusian terakhir Selasa lalu, sebanyak 6.000 liter air disalurkan ke beberapa lokasi. Di antaranya di RT 3, 6, dan 7 di RW 1, serta RT 5 di RW 2.
"Jumlah warga yang terdampak kekeringan ini sekitar 156 jiwa,’’ imbuhnya.
Meskipun demikian, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi, sumur-sumur milik warga yang sebelumnya terdampak kekeringan mulai terisi air kembali.
Namun, beberapa KK masih kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena kualitas air dari sumur tersebut belum mencukupi.
"Sekitar 15 KK masih kesulitan,’’ jelas Eka.
Meskipun pendistribusian air bersih telah dihentikan untuk sementara, BPBD memastikan bahwa di beberapa titik, masih ada tandon air yang bisa digunakan sebagai cadangan. (ril/naz)
Editor : Budhi Prasetya