MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Nasib peternak sapi perah Magetan lebih baik dibandingkan rekan sejawat mereka di Boyolali dan Pasuruan.
Khususnya peternak sapi perah yang tergabung dalam Kampung Susu Lawu (KSL) di Sarangan, Plaosan, Magetan.
Mereka mengaku tidak menghadapi kendala dalam hal penjualan susu hasil ternak sapi perahnya.
Seperti yang diungkapkan oleh Eko Setiawan, salah seorang peternak sapi perah di KSL Magetan.
Ia menyebut bahwa harga susu sapi di tingkat peternak per liter saat ini Rp 7.200.
Setelah diperah, susu yang dihasilkan dibawa ke koperasi, kemudian disetor ke Tulungagung baru akhirnya dikirim ke pabrik susu di Jakarta.
Menurut Eko, susu yang laku dibeli memang harus memenuhi standar kualitas tertentu.
Kualitas susu sapi perah dari peternak KSL dan Magetan umumnya sudah berada di atas standar yang ditetapkan.
Untuk disetor ke pabrik, kata Eko, ada standar TS (total solid) minimal 11,9.
"Itu berdasarkan standar dari IPS (Industri Pengolahan Susu) yang ditetapkan pabrik," ucapnya.
"Sementara susu yang kami hasilkan rata-rata TS-nya 12,3, jadi kualitasnya lebih dari cukup,’’ jelas Eko.
Ia juga menjelaskan bahwa informasi yang beredar di kalangan peternak menyebutkan, salah satu penyebab susu tidak laku adalah kualitas yang kurang baik.
Salah satu indikasinya adalah kadar TS yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
"Jika begitu, pabrik tentu memilih susu yang terstandar. Alhamdulillah, susu kami memenuhi standar,’’ ujarnya.
Eko juga mengungkapkan bahwa dia dan para peternak lain berharap banyak terhadap program makan siang bergizi gratis Presiden Prabowo Subianto. (ril/naz)
Editor : Budhi Prasetya