Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Dibelikan Sepeda Motor, Generasi Strawberry di Magetan Mogok Sekolah Tiga Bulan

Aprilita Sari • Rabu, 20 November 2024 | 19:00 WIB
ILUSTRASI: Seorang remaja di Magetan mengurung diri karena tak dibelikan sepeda motor oleh orang tuanya.
ILUSTRASI: Seorang remaja di Magetan mengurung diri karena tak dibelikan sepeda motor oleh orang tuanya.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Istilah generasi strawberry belakangan ini sedang viral dan ramai jadi perbincangan.

Itu lantaran remaja yang masuk kategori generasi strawberry kerap dikabarkan berulah aneh-aneh.

Seperti yang terjadi di Magetan, Jawa Timur. Seorang siswi SMP kelas IX mogok sekolah hingga membuat orang tua dan pihak sekolahnya geleng kepala.

Pelajar berumur 15 tahun itu tercatat sudah tiga bulan tindak masuk sekolah. Alasannya terbilang sederhana.

Aksi mogok sekolah remaja generasi strawberry itu lantaran orang tuanya tidak membelikan motor yang diinginkannya.

Ironisnya, siswi salah satu SMP di Magetan itu menginginkan Yamaha F1Z R, motor bebek 2 tak yang sudah diproduksi lagi sejak sekitar tahun 2004 silam.

"Bukan karena tidak ada uang, tetapi kami memikirkan keselamatannya. Anak kami masih di bawah umur, dan motor yang diminta itu terlalu besar,’’ ujar Yoso, ayah si remaja.

Menurutnya, meskipun pihak sekolah sudah berusaha mendatangi rumah beberapa kali, anaknya seringkali mengunci kamar dan tidak mau menemui siapa pun.

"Guru-guru sering datang, tapi begitu datang, dia langsung mengunci kamar,’’ tambahnya.

Permasalahan generasi strawberry itu sudah didengar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Magetan

Hal itu diamini oleh Miftahuddin, Plt Kepala DPPKBPP dan PA Magetan.

Ia mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari sekolah yang menyebutkan bahwa mereka sudah mencoba mendatangi rumah siswi tersebut hingga lima kali.

Namun, upaya tersebut tak berhasil baik. Para guru tak berhasil bertemu dengan siswinya yang tengah mogok sekolah tersebut.

"Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi rumahnya. Alhamdulillah anak tersebut mau berkomunikasi dengan kami,’’ kata Miftahuddin.

Dirinya secara tegas menepis dugaan aksi mogok siswi kelas IX SMP itu lantaran jadi korban bullying teman sekolahnya.

Anehnya, pelajar perempuan itu tetap enggan kembali bersekolah meski diberi sepeda motor yang diiningkannya itu.

lantaran itulah, pihak DPPKBPP dan PA MAgetan ingin mendalami lebih lanjut kondisi psikologis anak tersebut.

Jika diperlukan, psikolog akan didatangkan untuk membantu mengungkap faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perilaku si generasi strawberry.

Sekedar informasi, frasa generasi strawberry itu melekat di anak kelahiran tahun 2000-an.

Seolah menggambarkan karakteristik anak atau remaja yang rapuh seperti buah stroberi; indah dan eksotis, tetapi mudah hancur. (ril/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#pelajar #magetan #mogok sekolah #generasi strawberry #psikologi #yamaha FIZ R