Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Belasan Hektare Lahan Sawah Terendam Banjir, Petani Magetan Mengaku Rugi, Usia Tanam Padi Baru Seminggu

Aprilita Sari • Selasa, 17 Desember 2024 | 21:00 WIB
PETANI RUGI : Lahan persawahan di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, terendam banjir, Senin (16/12).
PETANI RUGI : Lahan persawahan di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, terendam banjir, Senin (16/12).

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Bencana banjir pertengahan bulan Desember 2024 ini membuat sejumlah petani di Magetan merugi.

Pasalnya, belasan hektare lahan pertanian di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, terendam banjir.

Para petani mengeluhkan kondisi tersebut. Maklum, tanaman padi yang baru saja mereka tanam di lahan persawahan miliknya rusak.

"Sawah kami mulai terendam banjir sejak pukul 06.00 pagi, hingga sore ini air belum juga surut,” ujar Januri, seorang petani, Senin (16/12).

Menurut Januri, banjir yang menggenangi lahan pertanian miliknya itu adalah luapan air dari Sungai Ulo di desa setempat. 

"Sebagian besar lahan yang terendam sudah ditanami padi, padahal baru saja ditanam. Sementara lahan yang belum ditanami hanya sedikit,” tambahnya.

Dia menjelaskan, tanaman padi yang terendam baru ditanam sekitar lima hari hingga satu minggu lalu.

"Lebih dari 10 hektare lahan terdampak banjir,” imbuhnya.

Terpisah, Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan DTPHP Magetan Romadon, mengatakan bahwa Desa Jajar memang sering terdampak banjir setiap tahunnya.

"DTPHP memberikan bantuan benih kepada para petani yang terdampak,” ungkapnya.

Romadon melanjutkan, berdasarkan laporan dari kelompok tani di Desa Jajar, sekitar 16 hektare lahan terendam banjir. Usia tanaman baru 7-8 hari.

"Kami berharap air bisa segera surut dalam dua hari. Namun, karena usia tanaman masih muda, kemungkinan tanaman akan rusak,” pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Budhi Prasetya
#magetan #tanaman padi #sawah #banjir #petani