PLAOSAN, Jawa Pos Radar Magetan – Jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu via Cemoro Sewu sudah dibuka kembali.
Sebelumnya, jalur pendakian pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu yang masuk wilayah Magetan itu sempat ditutup beberapa hari karena cuaca ekstrem.
Dibukanya kembali gerbang pendakian Cemoro Sewu disambut antusias ratusan pendaki.
Mereka terpantau mulai menjejali pos Cemoro Sewu sejak Sabtu (21/12) hingga Minggu (22/12).
Ratusan pendaki tersebut diketahui berasal dari berbagai wilayah di Jawa TImur (jatim) dan Jawa Tengah (Jateng).
"Berdasarkan informasi dari data kami sejak dibuka lagi pada Jumat (20/12) lalu hingga hari ini (Minggu, Red) terdapat 224 pendaki yang berangkat dari Cemoro Sewu,’’ kata Kepala BKPH Lawu Selatan Haji Santoso.
Dirinya menyebutkan jika pembukaan kembali jalur pendakian via Cemoro Sewu itu telah disampaikan ke beberapa pihak. Kebijakan tersebut ternyata langsung disambut antusias oleh para pendaki.
’’Karena kondisi cuaca sudah membaik, makanya jalur pendakian kami buka kembali,’’ ujarnya.
Kendati begitu, Haji mengaku penutupan kembali bisa dilakukan sewaktu-waktu apabila memang kondisi cuaca berubah ekstrem.
Di samping itu, pihaknya bersama dengan sejumlah relawan telah bersiaga di masing-masing pos pendakian untuk mengamankan situasi jika terjadi perubahan cuaca ekstrem.
’’Jika memang ada hal-hal yang tidak diinginkan segera laporkan dan koordinasi dengan kami,’’ tuturnya.
Langkah antisipasi itu bukan tanpa sebab. Pasalnya hujan deras disertai embusan angin kencang masih melanda Magetan.
Seperti yang terjadi hari Minggu (22/12) sore, sejumlah bangunan rusak disapu angin kencang.
Sedikitnya 30 tempat tinggal warga di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan, dilaporkan atap rumah mereka porak-poranda terdampak embusan angin kencang.
Selain itu, jalan desa dan jalur menuju ke area pertanian juga dikabarkan tertutup total akibat pohon tumbang.
Sampai dengan Minggu malam, pihak BPBD Magetan masih terus melakukan asesmen dampak angin kencang.
’’Tingkat kerusakan (rumah) berada di skala rusak ringan dan sedang,’’ ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya