MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Ketenangan warga Magetan beberapa hari terakhir terusik. Aksi gerombolan orang tak dikenal (OTK) yang diduga dilakukan oleh para remaja dan menyasar korban seumuran mereka itu membuat masyarakat geram.
Bahkan, situasi malam di Lembeyan dan Parang dalam 2–3 hari terakhir yang menjadi lokasi sasaran gerombolan tersebut seakan mencekam. Warga setempat sampai harus berjaga mengamankan lingkungan tempat tinggal mereka ketika malam sekaligus mengantisipasi kedatangan gerombolan OTK itu.
Sekretaris Komisi A DPRD Magetan Didik Haryono mengaku prihatin dengan sikap kenakalan remaja saat ini. Karena perbuatan mereka dianggap sudah kelewatan dan termasuk pelanggaran pidana. ’’Fenomena ini (kenakalan remaja) sudah membuat masyarakat khawatir,’’ ujarnya, Selasa (24/12).
Kebetulan mereka beraksi saat periode libur sekolah. Momen itu dinilainya mesti mendapat perhatian dari orang tua. ’’Momentum libur sekolah ini justru berpotensi menjadi ajang bagi mereka untuk melakukan hal-hal yang negatif,’’ kata politisi Partai Golkar tersebut.
Menurutnya, persoalan ini perlu menjadi perhatian dinas pendidikan, kepemudaan dan olahraga (Dindikpora). Mengingat dari video amatir yang telah beredar luas, terduga para pelaku penyerangan di Lembeyan dan Parang merupakan anak berusia sekolah. ’’Kami berharap ke depannya ada solusi yang sifatnya pembinaan. Tapi, jika memang ada unsur pidana berat tentu silakan ditindak sesuai ketentuan,’’ terang Didik.
Lebih lanjut, Didik meminta kepada masyarakat untuk bisa menahan diri dengan tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Dia menyarankan agar para pelaku yang memang nantinya tertangkap tangan untuk diserahkan ke pihak kepolisan. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto