MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengejaran polisi terhadap terduga pelaku penyerangan remaja di Lembeyan dan Parang tidak sia-sia. Sejumlah pelaku dilaporkan telah diamankan. Mayoritas merupakan remaja berusia belasan tahun.
Meski demikian, polisi belum memberikan keterangan secara rinci perihal motif aksi penyerangan tersebut. Termasuk bagaimana mereka tertangkap berikut kronologi persisnya.
’’Memang benar kami telah mengamankan beberapa pelaku (penyerangan). Mereka selanjutnya akan ditindak tegas supaya menjadi pembelajaran dan tidak mengulangi perbuatannya kembali,’’ kata Kapolres Magetan AKBP Satria Permana kemarin (23/12).
Sedangkan saat ditanya berapa pelaku yang sudah diamankan, Satria belum berani membeberkan. Dia meminta masyarakat untuk bersabar sambil menanti penyidik menyelesaikan proses pemeriksaan. ’’Beberapa saksi juga telah diperiksa,’’ ungkapnya.
Dia tak menampik aksi ini merupakan bagian dari kenakalan remaja. Karena mereka yang terlibat dalam penyerangan tersebut masih berusia sekolah dan di bawah umur. Namun demikian, perbuatan mereka dianggap telah menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu situasi kamtibmas pada momen Nataru.
Sebagai tindak lanjut, Satria meminta peran orang tua untuk bisa mengontrol dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka.
’’Kami minta ada peran kelompok terkecili dalam hal ini keluarga. Tolong diperhatikan betul, soalnya kejadiannya di atas pukul 23.00. Di mana orang tuanya? Kenapa memperbolehkan anak mereka keluyuruan pada jam segitu,’’ ujarnya.
Dalam menangani permasalahan semacam ini, pihaknya hanya bisa memberikan himbauan dan sanksi penegakan hukum. Tetapi, pembinaan mestinya dilakukan oleh orang tua dan sekolah. ’’Yang jelas, (pelaku) kejadian semacam ini akan kami tindak tegas,’’ tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto