Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

PMK Kembali Marak di Magetan, Sapi Suspek PMK Dijual Murah, Warga : Kalau Mati Justru Rugi 

Aprilita Sari • Jumat, 3 Januari 2025 | 18:00 WIB
KESEHATAN HEWAN: Petugas dari Disnakkan Magetan mengambil sampel air liur pada sapi yang bergejala PMK di Kedungguwo, Sukomoro.
KESEHATAN HEWAN: Petugas dari Disnakkan Magetan mengambil sampel air liur pada sapi yang bergejala PMK di Kedungguwo, Sukomoro.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Magetan yang memiliki hewan ternak seperti sapi dibuat resah belakangan ini.

Itu setelah temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali marak saat akhir tahun 2024.

Bayangan kerugian dari kematian sapi hewan ternak akibat PMK membuat sejumlah warga Magetan cemas.

Seperti yang diutarakan Isnan, salah seorang peternak sapi di Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro.

Dia mengaku sapinya yang tengah bunting diketahui sekarat karena terinfeksi Aphthovirus.

"Pekan lalu, anak sapi yang suspek PMK terpaksa saya jual. Soalnya, kalau mati justru rugi,’’ ujarnya, Kamis (2/1).

Isnan menyebut sudah ada 19 ekor sapi yang mati gegara PMK dalam sebulan terakhir. Bahkan, puluhan ekor sapi lainnya yang bergejala sudah dijual.

"Harga jualnya otomatis anjlok. Karena yang terkena PMK itu dihargai Rp 5 juta. Padahal, jika sapinya dalam kondisi sehat harga jualnya bisa mencapai Rp 25–60 juta per ekor,’’ bebernya.

Merebaknya kembali kasus PMK di Magetan membuat Isnan beserta peternak lainnya bingung. 

Pasalnya dinas pertanian dan peternakan (disnakkan) setempat dinilai belum melakukan penanganan secara besar-besaran pasca merebaknya kasus PMK di desanya.

"Dari disnakkan hanya menyarankan kepada kami untuk memperhatikan asupan makanan ternak dan kebersihan kandang," ujarnya.

"Dan, mengingatkan kami untuk tidak panik. Padahal, kami inginnya ada (cepat) tanggap dari pemerintah bagaimana mengatasi kasus PMK ini,’’ tambah Isnan.

Kecemasan akibat merebaknya kembali PMK juga dirasakan Warno. Maklum, sapi miliknya sudah divaksin ternyata tetap saja terjangkit penyakit yang disebabkan Aphthovirus itu.

’’Seingat saya sapi ini sudah divaksin, tapi baru sekali. Dari petugas sudah mengambil sampel darahnya, tapi belum diketahui hasilnya bagaimana,’’ katanya. (ril/her)

Editor : Budhi Prasetya
#sapi #magetan #penyakit mulut dan kuku #pmk