MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Magetan harus siap-siap payung dan jas hujan. Pasalnya, BMKG memprediksi bahwa puncak musim hujan berlangsung hingga Februari.
Hal itu disampaikan Kepala Kelompok Operasi (Kapoksi) Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk Tekad Sumardi.
‘’Puncak musim hujan berlangsung tiga bulan, mulai Desember hingga Februari. Saat ini, curah hujan sedang tinggi-tingginya,” ujar Tekad, Senin (27/1).
BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada 27 Januari–5 Februari.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh fenomena MJO, gelombang atmosfer Rossby, aktifnya Monsun Asia, dan suhu laut yang hangat di sekitar Jawa Timur.
Kombinasi berbagai hal tersebut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer dan pertumbuhan awan hujan.
Potensi siklonik di Samudra Hindia selatan Jawa Timur turut mendukung pembentukan konvergensi awan hujan.
‘’Di Magetan, waspadai longsor di daerah dataran tinggi dan banjir di bantaran sungai, terutama sepekan ini,” tegas Tekad.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk waspada terhadap hujan lebat hingga sangat lebat.
Tak menutup kemungkinan, petir dan angin kencang turut memperparah cuaca di daerah setempat.
‘’Bersihkan saluran air untuk mengurangi genangan, untuk menekan potensi persebaran DBD,’’ pesannya. (ril/naz)
Penjelasan BMKG soal Potensi Cuaca Ekstrem di Magetan
- Puncak musim hujan berlangsung tiga bulan, dari Desember hingga Februari
- Cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung dari 27 Januari hingga 5 Februari
- Waspadai longsor di dataran tinggi dan banjir di dataran rendah
Sumber: BMKG
Editor : Mizan Ahsani