Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Festival Dai Cilik 2025 Lanjutkan Audisi di Magetan, Puluhan Peserta Bersaing Rebut Tiket Grand Final

Aprilita Sari • Selasa, 11 Februari 2025 | 22:01 WIB
Keseruan audisi Festival Dai Cilik Ramadan 2025 di Magetan, Selasa 11 Februari 2025.
Keseruan audisi Festival Dai Cilik Ramadan 2025 di Magetan, Selasa 11 Februari 2025.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Audisi Festival Dai Cilik 2025 yang digelar Jawa Pos Radar Madiun di Magetan mendapat sambutan luar biasa.

Puluhan pelajar SD dan MI unjuk kemampuan menyampaikan tausiyah di Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra (BQAM), Selasa (11/2).

Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi juga sarana bagi anak-anak untuk melatih kepercayaan diri serta keterampilan public speaking dalam berdakwah.

Dengan semangat menyambut bulan Ramadan 1446 H, para peserta membawakan berbagai tema tausiyah, seperti kiat berpuasa bagi anak-anak, adab terhadap orang tua dan guru, serta menjadi cendekia muslim/muslimah.

Koordinator Event Jawa Pos Radar Madiun, Dewanti Septianingrum, mengapresiasi semangat peserta yang hadir secara penuh.

"Antusias peserta di Magetan luar biasa, dari jumlah yang mendaftar, semuanya hadir dan tampil maksimal," ujarnya.

Dewan juri yang terdiri dari perwakilan Kankemenag Magetan, Yayasan Nur Rosyidah, dan Jawa Pos Radar Madiun menilai peserta berdasarkan penguasaan materi, kedisiplinan, teknik berbicara, dan durasi tausiyah.

Setelah penilaian, lima peserta terbaik akan diumumkan pada 13 Februari dan berhak melaju ke Grand Final Festival Dai Cilik 2025 di Plaza Madiun pada 22 Februari.

Dari perspektif pendidikan agama, Festival Dai Cilik mendapat dukungan penuh dari Kankemenag Magetan. Ihsanudin, salah satu dewan juri dari penyuluh agama Kemenag, menyampaikan harapannya agar event ini rutin diadakan.

"Selama ini, kompetisi tausiyah lebih banyak dilakukan di tingkat MI, tetapi ternyata anak-anak SD juga memiliki kemampuan yang luar biasa dalam berdakwah," ujarnya.

Sementara itu, Isgianto, Ketua Harian Yayasan Nur Rosyidah, turut bangga atas terselenggaranya audisi di pesantrennya.

Menurutnya, ini menjadi ajang untuk mengenalkan bahwa ponpes adalah tempat pendidikan modern yang bersih dan nyaman.

Di antara peserta, Anindya Edgina dari MIN 16 Magetan merasa senang bisa tampil di hadapan dewan juri.

"Saya membawakan tema adab anak terhadap orang tua dan telah berlatih selama dua minggu. Semoga bisa lolos ke Grand Final," harapnya.

Para guru pendamping juga mengapresiasi ajang ini sebagai wadah pengembangan bakat siswa. Ari Susati, guru dari MIN 16 Magetan, menyebut acara ini sebagai peluang emas bagi anak-anak untuk mengasah kepercayaan diri dalam berdakwah sejak dini.

Dengan semangat dan antusiasme tinggi, Festival Dai Cilik 2025 menjadi ajang pencarian bibit-bibit muda yang akan meneruskan estafet dakwah Islam di masa depan. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#magetan #audisi #madiun #grand final #Festival Dai Cilik