Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Atap Kelas SDN Ngelang 1 Magetan Roboh, Dindikpora Ajukan Perbaikan Darurat

Aprilita Sari • Sabtu, 15 Februari 2025 | 04:15 WIB
Pihak Dindikpora Magetan meninjau SDN Ngelang 1 yang atap ruang kelas sekolah tersebut roboh pada 13 Februari 2025.
Pihak Dindikpora Magetan meninjau SDN Ngelang 1 yang atap ruang kelas sekolah tersebut roboh pada 13 Februari 2025.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Insiden robohnya atap ruang kelas di SDN Ngelang 1 diatensi Kepala Dindikpora Magetan, Suwata. Dia menyebut kejadian ini sebagai musibah yang tak terduga.

’’Sebetulnya kondisi sekolah ini sudah kami usulkan untuk diperbaiki secara reguler, tapi sebelum perbaikan dilakukan, atapnya lebih dulu roboh,’’ ujarnya, kemarin (13/2).

Suwata menegaskan bahwa perbaikan sekolah ini harus diprioritaskan karena fasilitas pendidikan merupakan kebutuhan dasar.

Saat ini, ruang kelas yang roboh menyebabkan siswa kehilangan tempat belajar yang layak. ’’Untuk mengatasi ini, kami segera mengajukan pembangunan melalui BTT (Bantuan Tak Terduga),’’ jelasnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan BPKPD Magetan untuk mempercepat proses pencairan anggaran BTT. Harapannya, pembangunan bisa segera dimulai agar siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Di sisi lain, Suwata juga menjelaskan bahwa keterlambatan perbaikan SDN Ngelang 1 bukan tanpa alasan. Mengingat pihaknya mengelola 385 SD dan 65 SMP, yang semuanya membutuhkan perhatian dalam hal perawatan dan rehabilitasi bangunan.

’’Setiap tahun, kami mengajukan perbaikan sekolah, baik melalui reguler maupun Dapodik. Data kerusakan sekolah sebenarnya sudah tercatat, mulai dari kerusakan ringan, sedang, hingga berat,’’ paparnya.

Namun, dia mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi menjadi faktor utama mengapa sekolah ini belum mendapat perbaikan lebih awal.

’’SDN Ngelang 1 sebenarnya sudah menjadi prioritas perbaikan. Namun, karena anggaran terbatas dan ada kebijakan baru soal efisiensi anggaran, pembangunannya belum bisa direalisasikan,’’ jelasnya.

Suwata juga menyoroti bahwa perbaikan sekolah kini tak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, sejak tahun ini, pengelolaan DAK tidak lagi ditangani oleh pemerintah daerah, melainkan langsung oleh Kementerian PUPR.

’’Kami belum mendapat update sekolah mana saja yang mendapatkan DAK 2025, karena sekarang yang melakukan survei adalah Kementerian PUPR,’’ pungkasnya. (ril/her)

 

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #btt #Atap kelas roboh #Dindikpora Magetan #SDN Ngelang 1