MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan prajurit dari tiga matra TNI berkumpul di Apron Skadron 15 Lanud Iswahjudi, Senin (17/2).
Mereka bersiap mengikuti Latihan Perkasa B 2025 yang digelar oleh Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) yang berlangsung hingga Jumat (21/2).
Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tedi Rizaliadi menegaskan bahwa Latihan Perkasa B penting dalam membangun interoperabilitas matra darat, laut, dan udara dalam sistem pertahanan udara nasional (Sishanudnas).
Latihan ini melibatkan 910 prajurit serta berbagai alutsista modern.
Di antaranya seperti pesawat tempur F-16, T-50, dan Super Tucano, pesawat angkut Hercules, Cassa, dan helikopter, serta kapal perang KRI Martadinata dan KRI Hasanudin.
‘’Latihan ini memastikan bahwa unsur pertahanan udara kita semakin solid. TNI AU tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan dukungan dari Arhanud dan KRI yang memiliki radar untuk menutup blackspot yang tidak terjangkau radar TNI AU,’’ jelas Tedi.
Skenario latihan mencakup berbagai simulasi pertempuran udara, termasuk intersepsi pesawat asing, latihan pushdown atau pendaratan paksa, serta pertahanan udara titik yang melibatkan Arhanud 8 dan radar KRI.
Selain itu, KRI yang memiliki sistem pertahanan udara akan diuji dengan simulasi serangan udara.
‘’Latihan ini juga memastikan bahwa dalam pertahanan udara, kita memiliki sistem komando dan kendali yang terintegrasi,’’ terang Tedi, sembari memastikan bahwa semua peserta latihan wajib menerapkan zero accident sebagai standar utama. (ril/naz)
Baca Juga: Hasil Indonesian Idol 2025 Tadi Malam Spektakuler Show 4: Axelo Tereliminasi, Shabrina Memukau
Latihan Perkasa B 2025
- 910 personel TNI dari matra darat, laut, dan udara ambil bagian
- Latihan diselenggarakan hingga Jumat pekan ini
Alutsista yang Digunakan
- Matra Udara
- Pesawat Tempur: F- 16, T-50, dan Super Tucano
- Pesawat Angkut: Hercules, Cassa, dan Heli
- Matra Laut
- Kapal Tempur: KRI Martadinata dan KRI Hasanudin
- Matra Darat
- Roket Arhanud: Astros
Sumber: diolah dari hasil wawancara
Editor : Mizan Ahsani