MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapan tempur TNI AU harus selalu maksimal demi melindungi NKRI dari berbagai ancaman.
Untuk itu, digelarlah Latihan Kilat A, B, C, dan D tahun 2025. Prajurit TNI AU melakukan serangkaian skenario latihan di Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan. Latihan Kilat 2025 itu resmi ditutup pada hari Selasa 18 Februari 2025.
Penutupan dipimpin langsung Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi didampingi Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Firman Dwi Cahyono di Ruang Fox 2, Gedung ACMI Lanud Iswahjudi.
Dalam latihan ini, pesawat tempur F-16 AM/BM Fighting Falcon Skadron Udara 3, F-16 C/D Fighting Falcon Skadron Udara 14.
Selain itu pesawat tempur T-50i Golden Eagle Skadron Udara 15 juga dikerahkan sebagai elemen udara dalam berbagai skenario pertempuran.
Menurut Marsdya TNI Tedi Rizalihadi, keberhasilan latihan ini menunjukkan bahwa kesiapan tempur tidak hanya ditentukan oleh teknologi alutsista, tetapi juga sinergi antara personel dan sistem pendukungnya.
"Hubungan erat Fighter Controller dan penerbang tempur adalah kunci dalam keberhasilan misi pertahanan udara," tegas Marsdya TNI Tedi Rizalihadi.
"Tanpa sinergi yang baik, efektivitas operasi udara akan menurun dan berisiko terhadap hasil misi,’’ lanjut Panglima Komando Operasi Udara Nasional itu.
Lebih lanjut, Tedi menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, pemahaman taktik yang mendalam, serta kepercayaan antara kedua elemen ini dalam mencapai superioritas udara.
"Kita harus terus mempertajam naluri tempur dan memperkuat kesiapan dalam menjaga supremasi udara serta kedaulatan nasional,’’ pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Budhi Prasetya