MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan santri putri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro, Kecamatan Karas, mudik lebih awal, kemarin (10/3). Rombongan santri yang berasal dari dalam dan luar negeri itu berangkat menggunakan bus maupun mobil pribadi dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
Santri putri Ponpes Al Fatah Temboro memang memiliki jadwal kepulangan tahunan setiap tanggal 10 Ramadan. Sementara, santri putra dijadwalkan mudik pada 15 Ramadan mendatang. ’’Tujuan saya ke Palembang. Alhamdulillah bisa mudik setelah satu tahun di pondok,’’ kata Jenny Levy, salah satu santri putri.
Barang-barang santri yang akan mudik dikemas rapi dalam koper berlabel nama dan tujuan. Para santri putra bertugas membantu mengangkat koper-koper itu ke dalam bagasi bus sesuai dengan tujuannya. Mereka dijadwalkan kembali ke pondok pada 15 Syawal mendatang.
Zakariyah, santri lainnya, juga memiliki rute perjalanan yang cukup panjang menuju Palembang. Dari pondok naik bus, sampai Banten menyeberang ke Sumatra, lalu singgah di Lampung, sebelum akhirnya sampai Palembang. ’’Kebanyakan santri tujuan mudiknya ke Palembang, Lampung, Pasundan, Bandung, dan Aceh,’’ jelasnya.
Menurut Staf Pengajar Ponpes Al Fatah Temboro, Ibnu Sholeh, ada sekitar 8.000 santri putri yang mudik tahun ini. Sementara 500 santri lainnya memilih tetap tinggal di pondok. Total armada yang digunakan mencapai 200 kendaraan, terdiri dari bus, minibus, dan mobil pribadi.
’’Mudik tanggal 10 Ramadan ini untuk santri putri dan pendamping. Selanjutnya, santri putra akan menyusul pada 15 Ramadan,’’ ujarnya.
Para santri berasal dari berbagai daerah, mulai dari Indramayu, Pasundan, Jabodetabek, hingga luar pulau seperti Sumatra, Palembang, Aceh, Kalimantan, NTT, NTB, Maluku, Sulawesi, dan Papua.
Tak hanya itu, beberapa santri juga berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Kamboja, dan Thailand. ’’Sebagian santri menggunakan bus, sebagian lainnya melanjutkan perjalanan dengan kapal atau pesawat,’’ katanya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto