MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pihak RSUD dr Sayidiman Magetan ternyata tidak hanya melakukan perawatan medis empat korban ledakan petasan saja.
Rumah sakit pelat merah itu menangani enam pasien korban ledakan petasan tidak hanya dari Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Magetan.
Namun, ada dua korban lainnya yang saat ini juga sedang menjalani perawatan medis terkait luka bakar yang dialami mereka.
Hal itu dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Sayidiman Magetan, dr Rochmad Santoso.
Ia mengungkapkan empat pasien berasal dari Magetan masing-masing berinisial B (12), NF (12), AK (14), dan LR (14). Mereka dirujuk ke rumah sakit pada Sabtu malam 5 April 2025.
Sementara, korban lainnya, SAL (12) dan SAT (15), berasal dari Desa Karanggumpito, Ngawi, yang dirujuk Senin malam 7 April 2025 lalu.
"Total ada enam pasien luka bakar akibat petasan. Empat dari Magetan dan dua dari Ngawi,’’ terang dr Rochmad, kemarin (8/4).
Dia menyebut kondisi keempat korban dari Magetan sudah stabil. Luka bakar yang diderita berkisar antara 9 hingga 22 persen, tersebar di area kaki, tangan, dan wajah.
"Alhamdulillah kondisi mereka bagus, kesadaran baik, sudah mulai makan dan beraktivitas ringan,’’ lanjutnya.
Satu dari empat pasien sempat dirawat di ruang PICU dan telah menjalani tindakan pembersihan luka di ruang operasi.
Sementara tiga lainnya dirawat di ruang bedah. Adapun dua pasien dari Ngawi, juga mengalami luka bakar cukup parah.
SAL mengalami luka bakar sekitar 12 persen, sedangkan SAT mencapai 30 persen. Keduanya kini dirawat bersama pasien dari Magetan di ruang bedah.
"Secara umum semua korban mulai membaik. Lama penyembuhan tergantung tingkat keparahan luka,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya