MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun - Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Magetan masih terbilang tinggi.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, kasus gangguan jiwa pada tahun 2024 paling banyak dialami oleh laki-laki.
Sementara pada tahun sebelumnya, justru sebaliknya, mayoritas kasus ODGJ justru perempuan.
Hal itu diungkapkan oleh Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Nazpa Dinkes Magetan, Rizki Dian Puspitasari.
Ia mengatakan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari tekanan ekonomi hingga persoalan sosial.
"Penyebabnya kompleks, bisa dari faktor ekonomi, keluarga, maupun lingkungan sosial,” jelasnya, Selasa 22 April 2025.
Dari total data yang dihimpun, ODGJ berat masih menjadi kasus terbanyak. Pada 2024 tercatat 1.531 kasus ODGJ berat.
Jumlah itu sedikit menurun jika dibandingkan kasus serupa tahun 2023 yang mencapai 1.597 kasus.
Meski demikian, Dinkes masih mencatat adanya 11 kasus pemasungan pada tahun 2025 ini.
Selain ODGJ berat, terdapat pula gangguan kejiwaan ringan hingga sedang.
Pada 2024, sebanyak 1.132 warga tercatat mengalami gangguan cemas, 750 mengalami depresi, dan 774 mengalami gangguan campuran antara depresi dan cemas.
"Data ini hanya dari layanan Dinkes saja. Belum termasuk data yang tercatat di Klinik Psikiatri RSUD dr Sayidiman,” imbuhnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinkes Magetan telah mengaktifkan layanan kesehatan jiwa di 22 puskesmas.
Pelayanan mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.
"Kami terus tingkatkan upaya deteksi dan penanganan sejak dini,” pungkasnya. (ril/naz)
Data Gangguan Jiwa di Magetan Tahun 2024:
- 1.531 ODGJ berat
- 1.132 Cemas
- 750 Depresi
- 774 Campuran (depresi cemas)
- ODGJ didominasi laki-laki
(Sumber: Dinkes Magetan)
Editor : Budhi Prasetya