Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sebelum Meninggal, Mbok Yem Sempat Dirawat Tiga Dokter Spesialis di Ponorogo, Ini Sakit yang Diderita ‘Ibu’ Pendaki Gunung Lawu

Budhi Prasetya • Kamis, 24 April 2025 | 00:35 WIB
LUDES: Tiga warung di Hargo Dalem, Gunung Lawu, terbakar pada Minggu 1 Oktober 2023. Warung Mbok Yem lolos dari amuk si jago merah.
LUDES: Tiga warung di Hargo Dalem, Gunung Lawu, terbakar pada Minggu 1 Oktober 2023. Warung Mbok Yem lolos dari amuk si jago merah.

Jawa Pos Radar Madiun – Kabar meninggalnya Mbok Yem tak urung sempat mengejutkan para pendaki yang pernah muncak ke Gunung Lawu dan mampir ke warungnya.

Diketahui, perempuan yang bernama asli Wakiyem itu meninggal dunia di kediamnnya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, kecamatan Poncol, Magetan hari Rabu 23 April 2025 siang.

Kabar duka pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu itu dibenarkan oleh Sugeng Sucipto, Kepala Seksi Pemerintahan desa setempat.

Sebelumnya, Mbok Yem pernah menjalani perawatan di RSU Aisyiyah Ponorogo. Kala itu ia ditangani langsung oleh tiga dokter spesialis.

Mbok Yem yang lekat dengan warung nasi pecel di Hargo Dalem Gunung Lawu itu dirawat oleh dokter spesialis paru-paru, spesialis penyakit dalam, dan spesialis jantung.

Humas RSU Aisyiyah Ponorogo, Moh. Arbain ketika itu menjelaskan jika saat pertama masuk ke rumah sakit, kondisi Mbok Yem lemah dan mengeluh sesak napas.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan diketahui adanya pneumonia atau radang paru-paru akut.

"Sudah membaik, tapi masih belum stabil. Tensinya sempat 90 mmHg, 110 mmHg,’’ kata Arbain, pada pekan awal bulan Maret 2025 lalu.

Arbain juga mengungkapkan jika pihaknya membatasi jam besuk mengingat banyaknya pendaki yang berdatangan untuk menjenguk nenek berumur 82 tahun tersebut.

"Ketika ada yang mengunjungi lalu ditanya, Mbok Yem ini pasti menjawab sehingga ya agak mengganggu pernapasannya. Kami khawatir tambah sesak,’’ jelasnya.

Sekedar informasi, sosok Mbok Yem sudah dikenal oleh para pendaki Gunung Lawu yang muncak via jalur Cemoro Sewu maupun Cemoro Kandang.

Sejak tahun 1980-an, ia setia menjaga dan melayani para pendaki dari warung nasi pecel miliknya yang berada di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Posisi tepatnya hanya 115 meter di bawah puncak Lawu. Tak heran jika banyak pihak menyebut warung Mbok Yem sebagai warung tertinggi di Indonesia.

Selain itu, sosoknya juga dikenal dekat dengan para pendaki. Ia adalah penjaga semangat, penyemangat langkah terakhir menuju puncak Gunung Lawu.

Banyak dari mereka yang mengenang Mbok Yem sebagai sosok yang ramah, tegar, dan tak pernah meninggalkan puncak meski dalam kondisi cuaca ekstrem.

Salah satunya saat bencana kebakaran yang melanda kawasan sekitar lereng Gunung Lawu pada awal bulan Oktober tahun 2023 lalu. (gen/ril/sib)

Editor : Budhi Prasetya
#magetan #Meninggal #warung #nasi pecel #mbok yem #gunung lawu