Jawa Pos Radar Madiun – Gunung Lawu kehilangan sosok legendarisnya.
Wakiyem atau yang lebih dikenal dengan nama Mbok Yem, pemilik warung legendaris di puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu, meninggal dunia di usia 81 tahun pada Rabu (23/4) pukul 14.00.
Ia mengembuskan napas terakhirnya di rumahnya, Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan.
Warung milik Mbok Yem selama ini dikenal sebagai tempat singgah terakhir para pendaki sebelum menaklukkan puncak Lawu.
Sosoknya yang sederhana dan penuh kehangatan menjadikannya bagaikan ibu bagi ribuan pendaki yang datang dari berbagai penjuru negeri.
Keluarga Mbok Yem menyampaikan kesaksiannya mengenai detik-detik terakhir sang pemilik warung tak jauh dari puncak Hargo Dumilah itu.
"Kondisinya memang sudah drop, tiga hari terakhir nggak mau makan dan hanya minum susu sedikit," kata Saiful Bachri, sang cucu.
Ternyata, Mbok Yem sempat menyampaikan permintaan terakhir kepada keluarga.
"Selasa kemarin beliau masih sempat minta mandi, lalu tidur dan tidak bangun lagi," sambungnya.
Sebelum meninggal dunia, Mbok Yem sempat dirawat selama 19 hari di RS Siti Aisyiyah Ponorogo karena komplikasi penyakit.
Setelah kondisinya membaik, ia dipulangkan untuk menjalani perawatan di rumah. Namun menjelang kontrol kedua, kondisi kesehatannya kembali menurun.
"Beberapa hari terakhir kondisinya melemah," ujar Kepala Dusun Dagung, Slamet. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani