Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sejarah Mbok Yem Membuka Warung di Puncak Gunung Lawu, karena Alasan Ini Dia Sering Muncak

Aprilita Sari • Kamis, 24 April 2025 | 03:47 WIB
Suasana rumah duka Mbok Yem di Poncol, Magetan, tampak ramai pelayat.
Suasana rumah duka Mbok Yem di Poncol, Magetan, tampak ramai pelayat.

Jawa Pos Radar Madiun – Nama Mbok Yem telah lama melekat di hati para pendaki Gunung Lawu.

Wanita bernama asli Wakiyem ini bukan sekadar pemilik warung di ketinggian 3.150 mdpl, tapi juga simbol keteguhan dan keramahan di jalur menuju puncak Hargo Dumilah.

Warung miliknya yang berada hanya 115 meter di bawah puncak Lawu telah berdiri sejak tahun 1980-an.

Di sanalah, ia menyambut para pendaki dengan makanan hangat, cerita ringan, dan secangkir teh manis yang terasa istimewa setelah melewati jalur terjal.

Dulu, Mbok Yem adalah pedagang sembako di rumah.

Ia sering naik ke hutan Gunung Lawu untuk mencari bahan jamu herbal.

Dari kebiasaan itu, ia akhirnya memutuskan untuk membuka warung di jalur pendakian Lawu.

Sejak saat itu, ia lebih banyak tinggal di gunung, hanya pulang ke rumah setahun sekali, biasanya saat Lebaran.

Pada 4 Maret lalu, Mbok Yem terpaksa turun dari puncak dan ditandu karena sakit.

Setelah hampir dua bulan dalam perawatan, sosok yang dicintai ribuan pendaki itu mengembuskan napas terakhirnya.

Mbok Yem akan dimakamkan di dekat makam suaminya, Kamsir. 

Ia meninggalkan empat orang anak.

Mereka di antaranya Suki dan Yukatni yang tinggal di Solo, Saelan di Magetan, serta Sarni di Gresik.

Warungnya bukan sekadar tempat istirahat, tetapi simbol kehangatan di tengah dinginnya kabut Lawu.

Banyak pendaki yang mengaku tak hanya datang untuk mencapai puncak, tapi juga untuk menyapa dan menyantap pecel legendaris buatan Mbok Yem.

Kini, sang penjaga puncak telah pergi. Tapi kisahnya, warungnya, dan semangatnya akan tetap hidup dalam setiap langkah pendaki yang menapak Gunung Lawu. (ril/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Meninggal #mbok yem #gunung lawu