MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi memprihatinkan yang terlihat di SMPN 1 Ngariboyo, Magetan, rupanya telah jadi perhatian pemkab setempat.
Kerusakan atap bangunan salah satu sekolah negeri itu sepertinya tak akan dibiarkan berlarut-larut.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Magetan mengklaim SMPN 1 Ngariboyo sudah masuk perencanaan program rehabilitasi sarana, prasarana, dan utilitas pada tahun ini.
Kepala Dindikpora Magetan, Suwata, menyampaikan bahwa perencanaan rehabilitasi sudah disiapkan sejak awal tahun.
Tiga ruang kelas dijadwalkan mendapat perbaikan tahun ini, termasuk ruang yang atapnya roboh.
"Perencanaan dan anggarannya sudah masuk APBD. Tinggal menunggu pelaksanaan,’’ ujarnya, Rabu 7 Mei 2025.
Menurut Suwata, kejadian robohnya atap ruang kelas itu memang tidak terduga. Sebab, bangunan tersebut sudah terdata sebagai bagian dari ruang yang akan diperbaiki.
’’Sudah kami mapping sejak awal, ternyata kerusakannya terjadi lebih dulu sebelum sempat diperbaiki,’’ ungkapnya.
Sementara itu, untuk pengajuan bantuan tak terduga (BTT), saat ini masih difokuskan pada penanganan kerusakan di SDN Ngelang 1.
"Masih menunggu penjabaran dan realisasi,’’ jelas Suwata.
Dari data Dindikpora per hari Rabu 7 Mei 2025, tercatat ada 17 SD dan 5 SMP di Magetan yang direncanakan mendapatkan rehabilitasi tahun ini.
Anggaran perbaikan puluhan sekolah rusak itu nya bersumber dari APBD Magetan.
’’Untuk 17 SD dialokasikan Rp 4,8 miliar dan 5 SMP sebesar Rp 1,8 miliar," sebutnya.
"Tapi kami masih menunggu dampak efisiensi anggaran, bisa jadi ada penyesuaian,’’ pungkas Suwata. (ril/her)
Editor : Budhi Prasetya