Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Open Trip Ilegal Asal Karanganyar Kena Blacklist dari Gunung Lawu, Ternyata Ini Penyebabnya

Aprilita Sari • Rabu, 14 Mei 2025 | 17:25 WIB
Satu penyelenggara open trip asal Karanganyar berikut ketua rombongannya di-blacklist dari jalur pendakian Gunung Lawu. FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Satu penyelenggara open trip asal Karanganyar berikut ketua rombongannya di-blacklist dari jalur pendakian Gunung Lawu. FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Paguyuban Giri Lawu (PGL) mengambil langkah tegas terhadap satu penyelenggara open trip (OT) asal Karanganyar, Jawa Tengah, beserta ketua rombongannya.

Mereka di-blacklist dari seluruh jalur pendakian resmi selingkar Gunung Lawu setelah ditemukan pelanggaran serius saat libur panjang Waisak lalu.

Ketua PGL Miko Wicaksono menyebutkan, dari 13 panitia yang mengawal rombongan pendakian sebanyak 82 peserta via Cemoro Sewu, lima di antaranya tidak terdaftar secara resmi.

’’Tidak punya registrasi pendakian atau SIMAKSI. Ini pelanggaran berat karena terkait keselamatan,’’ ujarnya, kemarin (13/5).

Masalah itu terungkap setelah sembilan hingga sepuluh peserta dilaporkan mengalami cedera ringan hingga sedang di jalur pendakian.

PGL lalu melakukan pemeriksaan internal dan mendapati sejumlah panitia tidak terdata dalam sistem basecamp.

’’Kami nilai manajemen OT ini buruk dan tidak siap bertanggung jawab,’’ tegasnya.

PGL memutuskan, penyelenggara tersebut tidak diperbolehkan mendaki di jalur Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, hingga Candi Cetho.

Miko mengingatkan bahwa seluruh penyelenggara open trip, baik yang menggunakan konsep tektok maupun camping, wajib mengikuti prosedur pendakian resmi.

’’Minimal dua panitia berasal dari basecamp agar mudah koordinasi jika ada darurat,’’ jelasnya.

Dia juga mengingatkan soal pentingnya seleksi peserta dan pengecekan fisik sebelum naik gunung.

Sebab, cuaca di Lawu cenderung ekstrem dan bisa berubah cepat.

’’Bawa peserta puluhan orang tapi tanpa perencanaan matang sama saja membahayakan,’’ imbuhnya.

Pendakian tanpa registrasi resmi disebut sebagai kegiatan ilegal yang menyulitkan pengawasan petugas di lapangan.

’’Ini jadi pembelajaran untuk semuanya. Kami akan terus perketat pengawasan demi keselamatan pendaki,’’ pungkas Miko. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#blacklist #Candi Cetho #magetan #simaksi #open trip #cemoro sewu #gunung lawu