Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Peringatan Hardiknas 2025 di Magetan Jadi Panggung Kreativitas Guru dan Siswa, Bupati Nanik Ikut Tari Massal Bareng

Aprilita Sari • Kamis, 29 Mei 2025 | 16:22 WIB
BERI CONTOH: Bupati Nanik dan Wabup Suyatni menari bersama para peserta peringatan Hardiknas 2025, Rabu 28 Mei 2025.
BERI CONTOH: Bupati Nanik dan Wabup Suyatni menari bersama para peserta peringatan Hardiknas 2025, Rabu 28 Mei 2025.

Jawa Pos Radar Madiun - Semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Magetan menggelora dengan penuh keceriaan dan kreativitas.

Melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora), Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar Gebyar Hardiknas yang berlangsung meriah di Halaman Alun-Alun Magetan, Rabu (28/5).

Ribuan siswa dan guru ambil bagian dalam kegiatan yang menampilkan kolaborasi seni dan olahraga.

Dengan mengusung tema Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, rangkaian acara dibuka dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti sekitar 2.000 siswa dari jenjang SD hingga SMP.

Tak kalah memukau, sebanyak 2.400 guru dari PAUD hingga SMP mempersembahkan tarian massal yang sukses menyedot perhatian masyarakat yang memadati alun-alun.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengapresiasi setinggi-tingginya seluruh insan pendidikan yang turut menyukseskan peringatan Hardiknas tahun ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada Dindikpora dan seluruh guru yang telah menghadirkan pertunjukan luar biasa. Ini bukti semangat gotong royong dan dedikasi dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Tak hanya menjadi ajang hiburan, Gebyar Hardiknas juga menjadi media sosialisasi penting terkait implementasi kebijakan pendidikan nasional.

Kepala Dindikpora Magetan, Suwata, menjelaskan bahwa senam anak merupakan bagian dari kebijakan yang wajib diterapkan sebelum memulai pelajaran di sekolah.

“Senam Indonesia Hebat ini kita laksanakan secara massal sebagai bentuk implementasi kebijakan dari kementerian,” jelas Suwata.

Tarian massal yang ditampilkan para guru, lanjut Suwata, merupakan bentuk nyata penghargaan terhadap pendidikan seni di sekolah.

“Ini bentuk apresiasi kami terhadap karya para guru dan siswa di bidang seni. Kegiatan seperti FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) terus kami dorong agar kreativitas terus tumbuh,” tambahnya.

Suwata berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi para guru, khususnya guru seni, untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis karakter.

“Mudah-mudahan ini memotivasi para guru untuk terus menciptakan ide-ide baru dalam pembelajaran,” pungkasnya. (ril/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#2025 #magetan #Nanik #bupati #Tari Massal #hardiknas