Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bingung Wadah Daging Kurban? Besek Bambu dari Magetan Jadi Solusi Idul Adha Ramah Lingkungan

Aji Perdana • Kamis, 5 Juni 2025 | 23:43 WIB
Besek bambu dari Magetan jadi alternatif ramah lingkungan untuk wadah daging kurban.
Besek bambu dari Magetan jadi alternatif ramah lingkungan untuk wadah daging kurban.

Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, banyak warga mulai kebingungan mencari wadah pengganti plastik untuk membungkus daging kurban.

Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan, besek bambu buatan warga Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan hadir sebagai solusi tradisional sekaligus ramah lingkungan.

Desa Durenan dikenal sebagai sentra pengrajin besek—wadah anyaman bambu apus yang dibuat secara manual oleh tangan-tangan terampil warga setempat.

Selain menjadi bagian dari budaya keagamaan tahunan, aktivitas ini juga menghidupkan ekonomi desa lewat sektor UMKM kerajinan.

Permintaan Melonjak Jelang Idul Adha

Seperti tahun-tahun sebelumnya, permintaan besek meningkat drastis menjelang Idul Adha. Bahkan, pengiriman dilakukan hingga ke luar Magetan.

Besek ini hadir dalam berbagai ukuran. Harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp60.000, tergantung ukuran dan motif. Ukuran kecil cocok untuk 1–2 kg daging, sementara besek besar digunakan untuk jumlah yang lebih banyak atau kebutuhan acara hajatan.

Keunggulan Besek: Murah, Higienis, dan Terurai Alami

Dibandingkan plastik, besek bambu tidak meninggalkan bau menyengat dan dianggap lebih higienis. Daging yang dibungkus dalam besek juga terlihat lebih estetik dan tradisional.

Keunggulan lain, besek mudah terurai secara alami sehingga tidak meninggalkan limbah plastik yang mencemari lingkungan.

Ini menjadikannya pilihan ideal bagi masyarakat yang mendukung gerakan hidup berkelanjutan.

Langkah Konkret Kurangi Sampah Plastik

Penggunaan besek bambu kini tidak hanya dilihat sebagai gaya hidup kembali ke alam, tetapi juga sebagai aksi nyata dalam mengurangi polusi plastik, terutama pada momen besar seperti Idul Adha yang biasanya menghasilkan banyak sampah sekali pakai.

Dengan mengedepankan produk lokal, pelestarian tradisi, serta kepedulian terhadap alam, besek bambu dari Desa Durenan membuktikan bahwa perayaan hari besar keagamaan dapat dilakukan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Dukung UMKM dan Tradisi Lewat Pilihan Bijak
Dengan memilih besek bambu, masyarakat bukan hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga ikut serta dalam mendukung UMKM lokal dan melestarikan warisan budaya.

Jika kamu masih bingung mencari wadah daging kurban yang ramah lingkungan dan bernilai budaya, besek bambu dari Magetan bisa jadi pilihan bijak tahun ini. (aji/ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#besek bambu #pengrajin bambu magetan #wadah #daging kurban #idul adha