Jawa Pos Radar Madiun – Beban berat harus dipikul Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Magetan dalam ajang Porprov Jatim 2025.
Selain berstatus cabang olahraga baru, mereka juga terkendala regulasi batas usia maksimal atlet yang ditetapkan hanya 16 tahun.
Ketua ISSI Magetan dr. Budi Setyanugraha menyampaikan, pihaknya hanya bisa mengirim tiga atlet ke Porprov tahun ini.
Mereka akan tampil di dua nomor berbeda, yakni BMX dan downhill.
‘’Itu (regulasi usia) cukup menyulitkan. Akhirnya hanya tiga atlet yang bisa kami kirim,’’ ujarnya, Jumat (14/6).
Dua atlet dijadwalkan tampil di nomor BMX yang digelar di Kota Malang, sedangkan satu atlet lainnya berlaga di downhill di Kota Batu.
Sebagai persiapan, para atlet menjalani training center di BMX PSM Academy Takeran dan kawasan Cemoro Sewu.
Budi menambahkan, pihaknya telah menggelar tes parameter fisik untuk memastikan kesiapan para atlet secara menyeluruh.
Semua atlet yang dikirim merupakan debutan, karena atlet lama sudah melewati batas usia maksimal.
‘’Secara nasional batas usia peserta Porprov 23 tahun, tapi di Jatim untuk cabor sepeda maksimal hanya 16 tahun,’’ jelasnya.
Kendati dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pihaknya tetap memasang target membawa pulang medali perunggu.
‘’Lawan memang berat, seperti Lumajang, Kediri, dan Malang yang punya akademi matang. Tapi kami tetap berjuang,’’ tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto