Jawa Pos Radar Madiun - Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII 2025 di Kabupaten Magetan tidak hanya jadi ajang temu gagasan, tetapi juga etalase inspirasi nyata dari ruang-ruang pendidikan.
Selama dua hari, 21–22 Juni 2025, SMPN 1 Magetan dan Pendopo Surya Graha disulap menjadi ruang dialog lintas generasi, dari siswa, guru, hingga komunitas difabel.
Dengan mengusung tema "Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim", kegiatan ini menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menghadapi krisis lingkungan.
Tak kurang dari tujuh peserta dari berbagai jenjang dan komunitas memamerkan karya nyata dalam Pameran Karya—sebuah segmen penting dalam TPN tahun ini.
Salah satu inovasi mencolok datang dari SMPN 2 Poncol lewat proyek bertajuk “Suara Bumi dari Sekolah Kami”.
Para siswa menunjukkan hasil racikan mereka berupa media tanam, pupuk organik, dan pestisida nabati.
Produk-produk tersebut dikembangkan sendiri oleh pelajar sebagai respons terhadap isu perubahan iklim.
“Inisiatif seperti ini patut untuk terus dibina dan dikembangkan. Nanti kita lanjutkan pendampingannya bersama,” tutur Imam Utomo, inisiator program KURASAKI (Kurangi Sampah Sekolah Kita).
Sementara itu, dari sektor kuliner berkelanjutan, hadir konsep menarik dari YAGAMA (Yayasan Abinaya Gantari Mahika) melalui produk SEJABE atau Sega Jagung Besek.
Kuliner ini disajikan dengan besek bambu sebagai wadah, menggantikan plastik sekali pakai.
Tak hanya menyorot isu lingkungan, gagasan ini juga memperkuat ekonomi keluarga anak-anak berkebutuhan khusus yang terlibat dalam UMKM binaan yayasan tersebut.
“Dari bumi kembali ke bumi. Kami ingin memperkenalkan kemasan alami dan sekaligus memperkuat peran sosial komunitas difabel,” ujar perwakilan YAGAMA.
TPN XII Magetan tahun ini bukan sekadar forum temu guru dan siswa. Ia menjelma jadi ruang kolaboratif yang menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian ekologis, dan solidaritas inklusif.
Sebuah pengingat bahwa pendidikan sejatinya adalah proses membangun masa depan—dimulai dari aksi kecil dan langkah nyata di lingkungan sekolah. (ebo/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani