Jawa Pos Radar Magetan – Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Magetan dikemas dengan cara unik dan penuh makna.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menggelar Festival Bambu Magetan Djadoel 2025 mulai hari ini (27/6) hingga 6 Juli mendatang di GOR Ki Mageti.
Bukan sekadar hiburan, festival ini menjadi media edukasi dan gerakan nyata menuju Magetan yang bersih dan sehat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan, Saif Muchlissun, menegaskan bahwa peringatan ini bukan seremoni semata.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Juni, termasuk aksi bersih-bersih serentak di pasar, tempat ibadah, hingga kawasan sungai.
Semua kegiatan dikoordinasikan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Tak hanya itu, DLHP juga kembali menggalakkan Gerakan Jumingsih (Jumat-Minggu Bersih).
Bahkan, Bupati Nanik Endang Rusminiarti turut serta dalam aksi membersihkan kawasan kantor pemerintahan, alun-alun kota, Pendapa Surya Graha, hingga sekretariat dinas.
“Ini bukti nyata komitmen Pemkab Magetan menjaga lingkungan bersama rakyat,” ujar Muchlis.
Festival ini mengusung konsep jadul (jaman dulu) dengan bambu sebagai simbol utama.
Sebelum plastik digunakan secara masif, bambu telah menjadi solusi ramah lingkungan dalam kehidupan masyarakat.
Dengan semangat ini, festival diharapkan menjadi pengingat sekaligus ajakan untuk kembali hidup selaras dengan alam.
Beragam kegiatan mengisi festival, mulai dari aksi bersih dan penanaman bambu, lomba video dan lomba masak bertema lingkungan.
Lalu, edukasi Adiwiyata dan workshop anggrek, pentas seni pelajar dan Festival Pencak Silat Tropi Dandim.
Kemudian, ada stan kuliner jadul dan wahana permainan anak serta penampilan spesial dari penyanyi Rindi Safira.
“Festival ini juga mendukung pembangunan Eco Bamboo Park, sekaligus upaya nyata dalam mengurangi sampah plastik. Kami ingin menjadikannya warisan budaya Magetan yang punya dampak jangka panjang,” pungkas Muchlis. (err/her/*)
Editor : Hengky Ristanto