Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qur’an Al Jahra Magetan dalam mencetak generasi Qurani tak sekadar slogan.
Melalui program unggulan tahfidz 30 juz, pesantren ini terus menjadi magnet bagi para santri dari berbagai penjuru Indonesia yang ingin menjadi penghafal Al-Qur’an sejati.
Namun untuk mengikuti program ini, para calon santri harus melalui seleksi ketat.
Antara lain, mempunyai bacaan Al-Qur’an yang baik dan tartil, telah memiliki tabungan hafalan minimal tiga juz, lulus serangkaian tes seleksi akademik dan wawancara, dan mendapat izin tertulis dari wali santri.
H Nur Wahyudi, Dewan Pembina Ponpes Baitul Qur’an Al Jahra, menjelaskan, santri yang lolos seleksi akan dikarantina selama tiga bulan.
Mereka dipisah dari aktivitas reguler pondok, termasuk asrama umum dan kegiatan non-tahfidz agar fokus 100 persen menghafal Al-Qur’an.
Selama karantina, santri dibimbing empat ustad dan ustazah berpengalaman dengan metode pengajaran terstruktur dan terbukti efektif.
‘’Program ini terbuka bagi santri kelas 8 hingga 12. Selama karantina, semangat dan kedisiplinan menjadi kunci utama,” tambahnya.
Tahun ini, Ponpes Baitul Qur’an Al Jahra mewisuda angkatan ke-9 penghafal 30 juz.
Selain unggul dalam aspek pendidikan agama, ponpes ini menyediakan pendidikan formal berfasilitas lengkap di jenjang SMP IT dan MA IT.
Setiap lulusan dikenal berprestasi di bidang akademik maupun keagamaan.
Berbagai inovasi tersebut mengantar pondok pesantren ini menyabet penghargaan Innovative Learning dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2025. (ebo/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani