Jawa Pos Radar Madiun - Keluhan warga Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, terkait kerusakan jalan akhirnya direspons Pemkab Magetan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung turun tangan memperbaiki ruas jalan yang rusak parah akibat lalu lintas truk pengangkut tanah urug.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid mengatakan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) IV telah mengerjakan perbaikan sejak usai Idul Adha.
’’Material disuplai pihak penambang, pengerjaan oleh UPTD,’’ ujarnya, Kamis (3/7).
Dia mengakui kerusakan dipicu kendaraan over dimension over loading (ODOL) dengan intensitas tinggi.
Perbaikan sementara dilakukan secara tambal sulam karena keterbatasan anggaran.
’’Pelebaran jalan belum bisa karena butuh biaya besar dan harus direncanakan,’’ ungkapnya.
Muhtar menyebut warga juga mengusulkan pengecoran jalan. Namun, realisasi belum memungkinkan lantaran masih perlu pembahasan teknis dengan masyarakat.
’’Seperti di Jalan Gulun sudah dilebarkan dan segera di-hotmix. Tapi, di Tanjungsepreh belum bisa dalam waktu dekat,’’ katanya.
Pihaknya memastikan perbaikan bertahap akan terus dilakukan.
’’Kalau belum bisa dilebarkan, masyarakat harus bersabar menunggu proses perencanaan,’’ tandas Muhtar yang juga menjabat sebagai Pj Sekda Magetan itu. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto