Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan menegaskan komitmen percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi keluarga lewat program makan bergizi gratis (MBG).
Sejak Januari, program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden ini telah berjalan untuk anak sekolah.
Mulai Juli, MBG diperluas bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (B3) secara bertahap.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menyebut, kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas penerima manfaat MBG di Magetan.
“Di Magetan ada 307 sasaran dan Sukomoro 457 sasaran. Total 764 penerima, dan akan bertambah seiring penambahan SPPG,” ujarnya, kemarin (8/7).
Menurut Suyatni, masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) jadi periode emas tumbuh kembang anak.
Namun tantangan masih besar: anemia pada ibu hamil, balita kurang gizi, keluarga belum mampu sediakan makanan sehat, serta balita yang belum mengakses PAUD.
“Melalui MBG, keluarga rentan kini lebih mudah dapat akses makanan bergizi. Program ini diharapkan menurunkan angka stunting dan mendukung pola makan sehat,” imbuhnya.
Distribusi MBG pada tiga kelompok dilakukan secara terkontrol oleh Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) dan kader pendamping.
Masyarakat diminta ikut mengawasi agar bantuan tepat sasaran.
“Jika penyaluran tidak tepat, silakan sampaikan ke pemkab untuk evaluasi,” tegasnya.
Sementara itu, Rindang Rosari, ibu hamil penerima MBG di Tambran, mengapresiasi langkah pemerintah.
“Kami merasa sangat terbantu. Menu makanan cukup lengkap, mulai nasi, sayur, lauk ikan, susu, sampai buah,” ungkapnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto