Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan warga tampak memadati halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan pada Kamis pagi (17/7).
Mereka antusias mengikuti Bazar Murah dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-65 dan HUT ke-25 Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.
Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok. Warga berkesempatan mendapatkan sembako bersubsidi dengan harga terjangkau.
‘’Alhamdulillah ada bazar murah. Kami mendapat kupon yang bisa digunakan untuk membeli bahan pokok dengan harga murah,” ujar Sri Rahayu, warga yang ikut antre membeli beras.
Ia menyebut, harga beras 5 kilogram di bazar selisih Rp 10 ribu lebih murah dibanding harga di pasar.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti meninjau langsung kegiatan ini.
Ia menyebut bazar murah sebagai langkah konkret membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga pangan.
‘’Mudah-mudahan dengan adanya bazar murah ini, warga bisa terpenuhi kebutuhannya karena harganya lebih murah,” ujar bupati.
Harga Bapok di Bazar Murah
Beras 5 kg: Rp 60.000 (harga pasar Rp 70.000)
Gula pasir/kg: Rp 14.000 (harga pasar Rp 17.000)
Minyak goreng/liter: Rp 16.000 (harga pasar Rp 20.000)
Telur ayam/kg: Rp 22 ribu, sudah disubsidi Rp 5.000
Ikan Nila/kg: Rp 30 ribu (harga pasaran Rp 35 ribu)
Juga tersedia daging ayam, daging sapi, serta bumbu dapur
Kajari Magetan Yuana Nurshiyam menyampaikan bahwa kupon belanja telah dibagikan kepada warga sekitar, khususnya masyarakat Desa Ringinagung.
‘’Tujuannya membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Semua ini terlaksana karena kerja sama erat antara kejari dan pemkab melalui OPD terkait,” ungkapnya.
Selain fokus pada ketersediaan pangan, kejari juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi bahan pokok.
‘’Sejauh ini belum ditemukan adanya beras oplosan di Magetan. Namun jika ada laporan, kami siap menindaklanjuti,” tegas Yuana. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani