Jawa Pos Radar Magetan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan terus diperluas.
Pemkab menegaskan seluruh bahan pangan yang digunakan wajib berasal dari Magetan sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal.
“Kami pastikan bahan makanan MBG ini harus dari Magetan. Anak-anak jadi sehat, dan roda perekonomian masyarakat ikut bergerak,” tegas Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, kemarin (23/7).
Sejak awal tahun, dua dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah beroperasi di Tambaran dan Tamanan.
Kini bertambah tujuh dapur baru di Sidorejo, Sukomoro, Karangrejo, Barat, Bendo, Parang, dan Lembeyan.
Total sembilan dapur aktif saat ini melayani sekitar 30 ribu penerima manfaat.
Jumlah itu terdiri atas siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (B3).
“Untuk mencukupi kebutuhan MBG seluruh Magetan, kami butuh sekitar 30 dapur. Saat ini baru sembilan,” terang Nanik.
Selain mengatasi masalah gizi, MBG juga bertujuan menggerakkan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM lokal.
Pemerintah daerah memastikan kualitas bahan pangan terjaga, serta distribusinya tepat sasaran.
Nanik mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat ikut menjaga keberlanjutan program. Dukungan juga datang dari TNI.
Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Hasan Dasuki menyatakan, Kodim telah mendampingi dua titik sejak awal tahun dan kini memperluas pengawasan ke tujuh lokasi tambahan.
“Kami akan terus mengawal program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto