Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kisah Tragis PMI Magetan di Afrika, Kehilangan Dokumen dan Terlantar

Aprilita Sari • Senin, 11 Agustus 2025 | 21:30 WIB
Guinea Khatulistiwa menjadi lokasi Suprianto, PMI asal Magetan, yang tujuh bulan tidak menerima gaji dan kehilangan dokumen keimigrasian. ILUSTRASI FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Guinea Khatulistiwa menjadi lokasi Suprianto, PMI asal Magetan, yang tujuh bulan tidak menerima gaji dan kehilangan dokumen keimigrasian. ILUSTRASI FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Nasib tragis dialami Suprianto, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan/Kecamatan Takeran.

Tujuh bulan bekerja di Guinea Khatulistiwa, Afrika Tengah, ia tidak menerima gaji dan kehilangan dokumen keimigrasian.

Anggota Komisi C DPRD Magetan Dwi Aryanto menyebut, pemkab telah melakukan langkah awal penanganan.

Termasuk berkoordinasi dengan Pemkab Madiun untuk mempercepat proses pemulangan.

“Segera berkoordinasi dengan BP2MI sekaligus menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan,” ujarnya, Senin (11/8).

Dwi menegaskan, negara wajib melindungi warganya di luar negeri, termasuk yang berangkat secara nonprosedural.

Ia mengingatkan agar masyarakat selalu bekerja melalui jalur resmi demi menghindari risiko serupa.

Biaya pemulangan akan disesuaikan dengan kondisi dan program bantuan yang 9 baik dari APBD maupun BP2MI.

“Yang terpenting Suprianto bisa segera kembali,” tegasnya.

Hari ini dijadwalkan pertemuan lintas sektoral yang dipimpin Duta Besar LBBP RI di Yaounde, Kamerun, untuk membahas opsi penyelesaian. Pemkab Magetan disebut siap memfasilitasi tiket kepulangan. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#PMI Magetan #BP2MI #magetan #guinea khatulistiwa #pekerja migran nonprosedural #Pemkab Magetan