Jawa Pos Radar Magetan - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Magetan hingga 8 September 2025 tercatat Rp 13,8 miliar atau 59,59 persen dari target Rp 23,3 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu.
Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar Magetan, Eka Radityo, menyebut capaian itu masih menyisakan tantangan.
“Untuk mengejar target di sisa empat bulan ke depan memang tidak mudah. Tapi kami berupaya semaksimal mungkin,” jelasnya, kemarin (8/9).
Sejumlah langkah ditempuh, antara lain penambahan jam penarikan retribusi mulai pukul 06.30 hingga 22.00 WIB.
Kemudian, dukungan personel tambahan di hari libur, serta optimalisasi pembayaran non tunai untuk rombongan wisatawan maupun agen perjalanan.
Selain penguatan layanan, pengawasan juga diperketat dengan melibatkan pihak eksternal.
Aspek kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan di Telaga Sarangan terus dijaga.
“Yang tidak kalah penting adalah kualitas layanan,” tegas Eka.
Disbudpar juga menyiapkan strategi promosi kreatif agar jumlah wisatawan meningkat.
“Memang berat untuk mencapai target, tapi kami optimistis dengan upaya ini capaian PAD bisa terus naik,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto