Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapsiagaan bencana warga Magetan harus lebih ditingkatkan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berlangsung dari Rabu (10/9) lalu hingga Rabu (17/9) pekan depan.
Magetan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang masuk daftar waspada.
Kepala Kelompok Operasi (Kapoksi) Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk Tekad Sumardi menjelaskan penyebab cuaca ekstrem.
Fenomena ini dipicu oleh gangguan atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta suhu muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura.
‘’Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, petir, banjir, tanah longsor, hingga puting beliung,” ujarnya.
Dengan kondisi topografi perbukitan, Magetan memiliki risiko lebih tinggi terhadap tanah longsor, jalanan licin, hingga pohon tumbang.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan peringatan dini ini.
‘’Kami minta masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi BMKG, terutama jika hendak beraktivitas di wilayah rawan bencana,” kata Tekad.
Hati-Hati Penyakit Musim Peralihan
Perubahan cuaca siang panas dan malam hujan juga membuat potensi persebaran penyakit semakin tinggi.
Sub Koordinator P2PM Dinkes Magetan Agoes Yudi Purnomo mengingatkan warga mewaspadai penyakit pencernaan, chikungunya, dan demam berdarah dengue (DBD).
Berdasarkan data Dinkes hingga Agustus 2025, terdapat 225 kasus DBD dengan tiga orang meninggal.
Kasus tertinggi terjadi pada Januari dengan 40 penderita dan satu kematian, disusul Maret 39 kasus dengan satu kematian, serta Mei 26 kasus dan satu kematian.
‘’Tren terus menurun, Juli hanya 18 kasus dan Agustus tinggal sembilan kasus tanpa korban jiwa,’’ sebutnya.
Meski tren turun, dinkes minta masyarakat tetap melakukan pencegahan dengan 3M Plus.
Yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, serta mencegah gigitan nyamuk dengan kelambu atau obat nyamuk.
‘’Jika mengalami demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan muncul bintik merah segera periksa ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini dapat mengurangi risiko fatal,” tegasnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani