Jawa Pos Radar Magetan – Rencana penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) di Magetan tahun ini bertambah.
Dari semula hanya 10 desa, kini menjadi 11 desa setelah Kades Getasanyar meninggal dunia.
’’Awalnya hanya 10 desa yang kami siapkan anggarannya sekitar Rp 600 juta,’’ kata Kepala DPMD Magetan Eko Muryanto, Minggu (21/9).
Untuk mencukupi kebutuhan, DPMD mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp 300 juta dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) lalu.
’’Total alokasinya naik menjadi Rp 900 juta, mencakup pilkades di 15 desa,’’ jelas Eko.
Biaya penyelenggaraan pilkades dengan e-voting diperkirakan Rp 50–60 juta per desa.
Eko menegaskan tambahan anggaran mutlak diperlukan agar seluruh desa yang kosong bisa melaksanakan pilkades.
’’Kalau tidak ada tambahan, tentu tidak semua desa bisa menggelar pilkades. Padahal ini menyangkut kepemimpinan dan pelayanan publik,’’ tandasnya.
Selain anggaran, DPMD juga menunggu pencabutan moratorium pilkades dari Kemendagri.
’’Secara teknis dan anggaran kami sudah siap. Tinggal menunggu izin pusat agar pelaksanaan bisa berjalan lancar,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto