Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Optimalisasi Inovasi Hijau, Pabrik Tahu Lestari Magetan Dapat Bantuan Boiler dan Dinamo dari UNIPMA

Dwita Ikhtiananda • Senin, 20 Oktober 2025 | 21:25 WIB

 

Pabrik Tahu Lestari Magetan mendapat bantuan Boiler dan Dinamo dari UNIPMA.
Pabrik Tahu Lestari Magetan mendapat bantuan Boiler dan Dinamo dari UNIPMA.

Jawa Pos Radar Madiun – Pabrik Tahu Lestari di Desa Suratmajan, Maospati, Magetan, kini memiliki wajah baru.

Melalui program Hibah Kemdiktisaintek 2025 bertajuk “Optimalisasi Green Innovation Diversifikasi Industri Pabrik Tahu Lestari Magetan Berbasis Produksi dan Pemasaran”, pabrik tersebut resmi menerima bantuan peralatan modern berupa boiler ketel uap dan dynamo pembangkit energi.

Program yang diinisiasi oleh Universitas PGRI Madiun ini diketuai Dr. Maya Novitasari, S.E., M.Ak., CPFR., dengan anggota tim Bayu Fandidarma, S.T., M.T. dan Sri Wahyuningsih, S.Si., M.Si.

Maya Novitasari, ketua tim hibah tersebut, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan upaya mewujudkan industri tahu yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

“Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi tahu sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui pemasangan banner dan pembuatan akun Instagram,” ujarnya.

Pabrik Tahu Lestari Magetan mendapat bantuan Boiler dan Dinamo dari UNIPMA.
Pabrik Tahu Lestari Magetan mendapat bantuan Boiler dan Dinamo dari UNIPMA.

Boiler yang diberikan menggunakan bahan bakar biomassa, memanfaatkan limbah organik seperti ampas tahu, sekam padi, dan serbuk gergaji.

Sistem ini membuat proses perebusan kedelai lebih hemat energi sekaligus menekan emisi karbon.

“Dengan teknologi ini, biaya bahan bakar bisa ditekan sekaligus mendukung prinsip circular economy,” kata Maya.

Selain itu, dynamo yang dipasang mampu memanfaatkan energi putaran mesin produksi atau uap panas dari boiler untuk menghasilkan listrik.

Energi tersebut digunakan untuk peralatan pendukung dan penerangan area produksi sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan PLN.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan dimulai pada 2 Juni 2025 dengan sosialisasi aspek produksi dan pemasaran, dilanjutkan 8 September 2025 serah terima luaran alat berupa boiler ketel uap dan dinamo kepada Pabrik Tahu Lestari yang dipimpin Harni.

Pelatihan penggunaan alat produksi, strategi pemasaran, dan penguatan branding kemudian digelar pada 10 September 2025.

Dengan inovasi ini, Pabrik Tahu Lestari ditargetkan menjadi percontohan industri pangan lokal yang hijau dan berdaya saing.

“Kami berharap Pabrik Tahu Lestari dapat berkembang, produksinya meningkat, dan pemasarannya semakin luas sehingga profit bertambah dan lebih dikenal masyarakat,” pungkas Maya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#Universitas PGRI Madiun #magetan #bantuan #unipma #pabrik #alat #tahu