Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras lebih dari tiga jam pada Kamis (23/10) memicu tanah longsor di dua lokasi Kecamatan Poncol.
Tidak ada korban jiwa, namun beberapa bangunan warga terdampak ringan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan, longsor pertama terjadi sekitar pukul 15.30 di Kelurahan Alastuwo.
Material setinggi 3,5 meter dengan panjang 8 meter menimpa talud rumah milik Sadirin (57).
“Meski rumah tidak terdampak langsung, posisi talud berpotensi roboh jika terjadi hujan susulan,” ujarnya.
Peristiwa kedua berlangsung sekitar pukul 14.00 di Desa Gonggang.
Longsoran setinggi 5 meter dan panjang 3 meter mengenai kandang serta tembok kamar mandi milik Paimo (67) dan menyebabkan kerusakan ringan.
Warga bersama perangkat desa melakukan pembersihan awal secara mandiri.
TRC BPBD tiba pukul 16.40 WIB untuk assessment, pendataan, dan menyerahkan bantuan kebutuhan mendesak.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa agar penanganan dilanjutkan secara gotong royong.
BPBD juga memasang terpal dan tenda gulung untuk meminimalkan risiko longsor susulan, serta berkoordinasi dengan Dinas Perkim terkait talud dan struktur yang berpotensi membahayakan.
Eka mengingatkan warga di zona rawan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat dan setelah hujan deras.
“Waspadai tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, pohon atau tiang miring, air keruh keluar dari celah tanah, dan suara gemuruh dari arah lereng. Hindari aktivitas di sekitar lereng terjal,” paparnya. BPBD juga meminta warga rutin memantau informasi cuaca BMKG dan segera melapor jika melihat potensi bahaya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani