Jawa Pos Radar Magetan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika III Nganjuk mengimbau masyarakat Magetan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Fenomena ini diperkirakan berlangsung 30 Oktober hingga 5 November, seiring peralihan dari musim pancaroba menuju awal musim hujan.
Setiyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Tingkat Madya, menjelaskan kondisi atmosfer saat ini mendukung pembentukan awan konvektif di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Magetan.
‘’Suhu muka laut di perairan utara Jawa Timur dan Selat Madura masih cukup hangat. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir,’’ ujarnya, Senin (3/11).
Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby turut memperkuat potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur bagian barat.
‘’Magetan termasuk daerah pegunungan yang rawan bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan,’’ terangnya.
BMKG juga meminta masyarakat dan instansi terkait memperhatikan potensi dampak cuaca ekstrem terhadap aktivitas harian.
‘’Kami imbau masyarakat tidak memaksakan perjalanan ketika hujan deras disertai angin kencang,’’ pesan Setiyaris. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto