Jawa Pos Radar Magetan - Dugaan keracunan belasan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lembeyan dipastikan bukan akibat bakteri.
Hasil uji laboratorium menunjukkan makanan yang dikonsumsi siswa tidak mengandung unsur biologis berbahaya.
Ketua Satgas MBG Magetan Muhtar Wakid mengatakan, pemeriksaan dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Surabaya.
Dari hasilnya, tidak ditemukan bakteri, namun ada indikasi kontaminasi bahan kimia dari alat masak atau pakan telur ayam.
“Penyebabnya bukan dari bakteri, tetapi kemungkinan dari bahan kimia alat masak,” jelas Muhtar yang juga menjabat Pj Sekda Magetan, Selasa (4/11).
Sebelumnya, 11 siswa SDN Kediren 2 dan 1 siswa MI Nurul Dholam sempat dilarikan ke Puskesmas Lembeyan pada Jumat (17/10).
Mereka mengalami sakit perut dan muntah setelah menyantap menu MBG berupa nasi goreng, telur, acar, susu, roti, kacang, dan telur puyuh.
Meski sempat dirawat, seluruh siswa pulih dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Karena gejalanya ringan dan tidak dialami seluruh penerima MBG, dapur Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembeyan tetap beroperasi.
Muhtar menambahkan, laboratorium merekomendasikan agar penyelenggara MBG mengganti peralatan masak dengan standar food grade guna mencegah kontaminasi serupa.
“Dapur MBG di Lembeyan masih berjalan, tapi dengan pengawasan dan antisipasi lebih ketat,” tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto